Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Saham Astra International Turun, Kinerja Keuangan Mencemaskan

JAKARTA – Saham PT Astra International Tbk (ASII) mengalami penurunan yang signifikan setelah perusahaan merilis laporan kinerja keuangan terbaru. Penurunan ini menunjukkan bahwa investor kurang mengapresiasi performa konglomerat yang bergerak di bidang otomotif dan pertambangan tersebut.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ASII ditutup turun sebesar 1,92 persen pada harga Rp5.100 per saham pada hari Kamis, 31 Oktober 2024. Dalam sepekan terakhir, saham ASII mengalami penurunan sebesar 3,32 persen, sedangkan dalam sebulan terakhir, penurunan mencapai 2,86 persen. Secara keseluruhan, sejak awal tahun 2024, saham ini telah tergerus sebesar 9,73 persen.

Sebelumnya, Astra International melaporkan laba bersih sebesar Rp25,84 triliun hingga kuartal ketiga tahun 2024. Laba ini mengalami peningkatan tipis 0,63 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sebesar Rp25,69 triliun.

Selain itu, laba bersih grup yang tidak termasuk penyesuaian nilai wajar atas investasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Hermina mencapai Rp26,18 triliun, yang lebih tinggi 0,44 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan Astra International pada periode ini tercatat sebesar Rp246,3 triliun, meningkat 2 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang sebesar Rp240,91 triliun.

Presiden Direktur ASII, Djony Bunarto Tjondro, menjelaskan bahwa kinerja grup selama sembilan bulan pertama tahun 2024 menunjukkan ketahanan portofolio bisnis yang terdiversifikasi dengan baik. Dia juga menyatakan bahwa laba bersih dari divisi otomotif perseroan menurun 7 persen menjadi Rp8,5 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh dampak dari penjualan mobil yang lebih rendah di tengah pelemahan pasar mobil nasional, meskipun ada peningkatan kontribusi dari bisnis sepeda motor.

Dengan kinerja yang tidak optimal ini, banyak investor yang mulai khawatir mengenai masa depan saham ASII dan bagaimana perusahaan ini akan mengatasi tantangan di pasar otomotif yang semakin kompetitif.

library_books Idx Channel