Surabaya – Masalah tentang parkir di kota Surabaya kembali menjadi perhatian. Seorang pria mengaku mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat menunggu rekannya di tempat parkir Wallace Manukan. Ia diduga dipaksa membayar biaya parkir oleh seorang juru parkir (jukir) liar, yang tampaknya tidak memiliki izin resmi.
Kronologinya bermula saat pria tersebut datang ke Wallace Manukan pada tanggal 1 Desember 2025 untuk menukar voucher TikTok Burger. Ia sendiri sedang menunggu di dalam sambil pacarnya menunggu di luar. Ketika pria tersebut sudah selesai dan keluar dari tempat parkir, pukul 13.34 WIB, ia langsung dihadang oleh juru parkir tak berizin yang meminta uang parkir.
Menariknya, sebelum momen itu, pria tersebut sudah menunjukkan bukti bahwa kendaraan motornya telah discan dan dipindai barcode-nya oleh petugas parkir sekitar pukul 13.32 WIB. "Saya keluar karena pesanan sudah selesai diambil, tetapi tiba-tiba dia datang dan memberi karcis lalu meminta uang," ungkap pria tersebut. Ia dan pacarnya menolak membayar karena merasa tidak jelas alasan dan prosesnya.
Alasan utama penolakan mereka adalah karena pengemudi jukir datang setelah mereka selesai dan tidak memberikan karcis saat awal parkir. Selain itu, posisi pacarnya yang menjaga motor dan keberadaan pria tersebut yang baru datang di akhir waktu juga menjadi alasan utama mereka menolak membayar murah. Saat penolakan itu dilakukan, jukir tersebut marah-marah dan mulai mengganggu mereka.
Pria tersebut menambahkan, "Saat saya tolak, dia malah menuduh saya dan pacar saya tidak tahu aturan dan mengatai-ngatai, bahkan sampai saya direkam videonya karena merasa tindakan jukir itu tidak benar." Tidak hanya itu, jukir liar tersebut kemudian membawa sejumput orang dewasa dari warung kecil di depan Wallace untuk ikut campur dan menegakkan uang paksa itu.
Ibu dari warung tersebut bahkan sempat memberi nasihat dan mengingatkan supaya tidak mematikan rejeki orang lain. Namun, pria tersebut tetap menolaknya karena merasa dipaksa dan tidak merasa benar. Ia juga menegaskan bahwa sepanjang jalan Manukan, sudah banyak keberadaan jukir liar yang beroperasi tanpa izin resmi dan mengancam ketertiban umum.
Kejadian ini menambah panjang daftar permasalahan parkir liar yang terus berlangsung di Surabaya. Banyak warga yang kecewa karena jukir liar seringkali melakukan tindakan paksa dan memaksa pengguna jalan untuk membayar uang parkir tanpa prosedur resmi. Polisi dan pihak berwenang pun pernah menegaskan agar jukir ilegal tidak melakukan kegiatan di jalanan.
Masyarakat berharap kejadian ini menjadi perhatian serius agar tidak terus berulang dan memperbaiki tata kelola parkir di kota Surabaya agar menjadi lebih aman dan tertib untuk semua pihak.