Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

FIB UB Kembali Perkuat Diplomasi Budaya di Guilin, Komunitas Tionghoa Gelar Pagelaran Seni

GUILIN – Dalam rangka memperingati 80 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok (RRT), komunitas perantauan Tionghoa Guilin (桂林归侨) bersama tiga institusi pemerintah berhasil menyelenggarakan Pagelaran Seni "Cahaya Perantauan Tionghoa" ke-20 pada 26 Oktober 2025. 

Acara yang digelar di Aula Kawasan Pertanian Perantauan Tionghoa Guilin ini menjadi bukti semangat pelestarian budaya Tionghoa perantauan.

Pagelaran seni ini merupakan hasil kolaborasi antara komunitas perantauan Tionghoa dengan 桂林市桥办 (Kantor Urusan Perantauan Tionghoa Guilin), 桂林市桥联 (Federasi Perantauan Tionghoa Guilin), dan 桂林市总工会 (Federasi Serikat Pekerja Guilin). 

Zhang Wei, perwakilan dari 桂林市桥办, dalam sambutannya menegaskan, 

"Melalui pagelaran seni ini, kami ingin memperkuat identitas budaya dan menunjukkan kontribusi positif komunitas perantauan Tionghoa dalam pembangunan kota Guilin." tegasnya.

Yang istimewa, Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Sastra Cina Universitas Brawijaya turut hadir dalam acara ini. 

Nanang Indrayanto, M.Sc., ketua tim, menyatakan,

"Kehadiran kami merupakan wujud nyata komitmen UB dalam memperkuat hubungan budaya Indonesia-Tiongkok. Kami melihat ini sebagai momentum tepat untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di kancah internasional." katanya pada Jumat (28/11/2025).

Kolaborasi ini diperkuat dengan keterlibatan Li Dongmei, Director of the Office of International Cooperation and Exchanges Guangxi Normal University (GXNU). 

"Kerja sama dengan Universitas Brawijaya telah terjalin dengan baik. Keikutsertaan mereka dalam acara ini membuka peluang pertukaran budaya dan akademik yang lebih luas antara kedua negara." ungkap Li Dongmei.

Chen Li, ketua panitia acara, menambahkan, "Pagelaran ini tidak hanya menjadi wadah ekspresi seni, tetapi juga mempererat persaudaraan antar generasi perantauan Tionghoa." 

Sementara Wang Jing, seniman senior komunitas, berkomentar, "Semangat muda dari para peserta, termasuk tim dari Indonesia, membawa energi segar dalam pelestarian tradisi kami." ucapnya.

Melalui acara ini, terlihat jelas bagaimana budaya menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai generasi dan bangsa, membuka jalan bagi kerja sama yang lebih erat di masa depan antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.(df)*

library_books Dafa Wahyu Pratama