Jakarta Timur, 31 Oktober 2024 - Marsekal Pertama TNI Ridha Hermawan, yang merupakan Kepala Dinas Pengamanan dan Persandian TNI Angkatan Udara (Kadispamsanau), menegaskan bahwa kemampuan personel intelijen sangat mempengaruhi efektivitas organisasi dalam mengidentifikasi dan menganalisis ancaman. Pernyataan ini disampaikan saat menutup kegiatan Pengembangan Kapasitas Personel Intelijen Tahun 2024 di Ruang Rapat IMC Dispamsanau, Mabesau, Cilangkap.
Dalam pernyataannya, Marsekal Ridha menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam dunia intelijen. "Kerja sama sangat penting dalam berbagi informasi dan melakukan koordinasi baik dengan internal TNI Angkatan Udara maupun pihak lain," ujarnya.
Lebih lanjut, Kadispamsanau mengingatkan bahwa penutupan kegiatan ini bukanlah akhir dari proses belajar. "Ini adalah awal dari penerapan ilmu yang telah didapat. Kami berharap semua peserta terus mengembangkan diri, belajar, dan berinovasi dalam bidang intelijen," tambahnya.
Di akhir sambutannya, Ridha juga berharap agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan ini dapat segera diterapkan di lapangan. "Dengan demikian, kita dapat memberikan nilai tambah bagi organisasi dan negara," tutupnya.
Ini menjadi langkah penting bagi TNI Angkatan Udara untuk memastikan bahwa personel intelijen dapat melakukan tugasnya dengan baik, terutama dalam menghadapi berbagai ancaman di masa depan.
"TNI Angkatan Udara - Jauh di Langit Dekat di Hati" menjadi motto yang mengingatkan kita akan komitmen TNI AU terhadap keamanan dan keselamatan bangsa.
Kadispamsanau intelijen TNI Angkatan Udara pengembangan kapasitas ancaman