Adidas, perusahaan olahraga terkemuka, telah mengumumkan bahwa mereka telah mengakhiri perselisihan dengan rapper terkenal Kanye West. Perselisihan ini dimulai pada tahun 2022 setelah Kanye West membuat komentar antisemit yang menuai banyak kecaman.
Pada saat itu, Adidas memutuskan untuk menghentikan kolaborasi mereka dengan West yang dikenal dengan nama "Yeezy". Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap komentar yang dianggap ofensif dan tidak pantas tersebut.
Namun, pada hari Selasa yang lalu, Adidas mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan Kanye West untuk menyelesaikan semua proses hukum yang sedang berlangsung antara keduanya. Bjorn Gulden, CEO Adidas, menyatakan, "Tidak ada lagi isu yang terbuka dan tidak ada uang yang berpindah antara kami."
Kesepakatan ini menandai akhir dari konflik yang telah berlangsung selama beberapa waktu. Adidas kini dapat melanjutkan bisnisnya tanpa adanya gangguan dari kasus hukum tersebut. Sementara itu, banyak yang penasaran tentang apa yang akan dilakukan Adidas dengan stok Yeezy yang tersisa, yang diperkirakan bernilai sekitar €1,2 miliar atau sekitar Rp 20 triliun.
Dalam dunia bisnis, kesepakatan semacam ini sering kali dilakukan untuk menghindari biaya hukum yang terus meningkat dan untuk memulihkan hubungan kerja yang mungkin telah rusak. Dengan selesainya sengketa ini, kedua pihak berharap dapat bergerak maju dan fokus pada proyek-proyek yang lebih positif di masa depan.
Adidas Kanye West Yeezy perjanjian antisemit