Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Peningkatan Kebencian Terhadap Muslim di Amerika Serikat dan Inggris

Menurut sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh Brookings Institution, kebencian terhadap Muslim di Amerika Serikat sedang meningkat pesat. Survei tersebut menunjukkan bahwa prasangka publik terhadap Muslim adalah yang tertinggi dibandingkan dengan kelompok agama lainnya. Hal ini memunculkan pertanyaan penting tentang reaksi partai politik di AS dan Inggris yang mengklaim memiliki pandangan progresif.

Baru-baru ini, Komite Nasional Demokrat (DNC) di AS tidak ragu untuk memberikan platform kepada keluarga seorang sandera Israel. Namun, DNC tidak mau menyertakan suara dari Palestina, bahkan hanya untuk memberikan ruang yang kecil di platform mereka. Hal ini dilakukan meskipun itu dapat mengakibatkan kerugian dalam pemilihan yang ketat. Alasan di balik keputusan ini adalah untuk menghindari kontroversi dan menjaga suasana positif dalam perayaan partai.

Di Inggris, situasinya bahkan lebih mengkhawatirkan. Perdana Menteri Keir Starmer menghadapi kerusuhan rasial terburuk yang dialami Inggris dalam satu abad terakhir. Selama kerusuhan tersebut, Starmer mengabaikan komunikasi dari Dewan Muslim Inggris (MCB), organisasi terbesar yang mewakili Muslim Inggris. Meskipun pemerintah tidak merespons isu ini, mereka terlihat sangat tanggap terhadap perwakilan dari komunitas Yahudi.

Misalnya, Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, baru-baru ini bertemu dengan rabi utama Inggris, Ephraim Mirvis, untuk membahas kebijakan luar negeri negara tersebut. Namun, hal ini menimbulkan pertanyaan: Apakah ada perhatian yang sama jika seorang imam Inggris meminta bertemu dengan Menteri Luar Negeri untuk mendiskusikan kebijakan luar negeri?

Semua bentuk pelecehan rasial terhadap warga negara Inggris harus ditangani secara setara. Namun, di bawah kepemimpinan Starmer, tampaknya ada sistem nilai yang berbeda bagi komunitas Muslim, yang menunjukkan ketidakadilan yang jelas.

Penting untuk diingat bahwa Muslim bukanlah kelompok minoritas. Saat ini, terdapat lebih dari 1,8 miliar Muslim di seluruh dunia, atau sekitar satu perempat dari populasi global. Bayangkan dampaknya jika Inggris atau AS mulai mendengarkan suara Muslim, meskipun mereka tidak setuju dengan apa yang disampaikan.

Artikel ini merupakan opini dari David Hearst dan menggambarkan tantangan dalam menangani kebencian terhadap Muslim di masyarakat modern.

library_books Middleeasteye