Lebih dari 200 tim medis dikerahkan oleh Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dalam 28 fasilitas kesehatan yang dikelola oleh PBB untuk memberikan vaksin polio kepada anak-anak di Jalur Gaza. Kampanye ini bertujuan untuk memvaksinasi sekitar 600.000 anak selama tiga hari.
Sementara itu, serangan udara dan tembakan artileri dilaporkan terjadi di beberapa lokasi di Jalur Gaza pada hari Minggu. Meskipun kampanye vaksinasi polio berlangsung, Israel melancarkan beberapa serangan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Menurut Al Jazeera, sebuah serangan drone di daerah Abu Halawa di Rafah Timur menewaskan sedikitnya dua orang. Sementara itu, serangan artileri di kamp pengungsi Bureij di Gaza tengah menewaskan setidaknya satu orang. Selain itu, serangan drone di dekat taman hiburan di Kota Gaza juga menewaskan dua orang.
Israel hanya berkomitmen untuk memberikan jeda singkat yang terbatas di area-area tertentu untuk vaksinasi, namun hal ini tidak cukup untuk melindungi anak-anak dan orang tua dari risiko yang dihadapi saat mereka mencari vaksin. Izzeddin Shaheen, seorang pekerja medis di Gaza, mengungkapkan kritik terhadap situasi ini melalui akun media sosialnya, menyatakan, "Dunia takut anak-anak kami akan dibombardir sementara mereka belum divaksin."
Kampanye vaksinasi polio ini menjadi sangat penting, terutama di tengah kondisi konflik yang berkepanjangan, di mana anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Vaksinasi polio sangat penting untuk mencegah penyebaran virus polio, penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen pada anak-anak.
Dalam konteks ini, penting bagi masyarakat internasional untuk menyuarakan dukungan bagi perlindungan anak-anak dan akses kesehatan di daerah konflik.