Pada hari Sabtu yang lalu, pasukan Israel menemukan enam tubuh sandera Israel di Gaza. Mereka mengklaim bahwa kelompok Hamas bertanggung jawab atas kematian tersebut. Sementara itu, Hamas menyalahkan Israel, menyatakan bahwa mereka tidak mau bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan.
Menanggapi berita menyedihkan ini, para keluarga sandera mengajak masyarakat untuk melakukan pemogokan umum. Permintaan ini bertujuan untuk menekan pemerintah Israel agar "berhenti mengabaikan" kasus ini dan "menyelamatkan sandera yang masih hidup". Saat krisis ini berlangsung, terlihat kepedihan dan kekhawatiran di wajah para keluarga yang menunggu kabar baik.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menghadapi kemarahan dari pemimpin oposisi serta pengguna media sosial. Mereka kecewa karena Netanyahu tidak secara pribadi mengumumkan kematian para sandera. Sebagai gantinya, informasi tersebut disampaikan oleh Juru Bicara IDF, Daniel Hagari. Yair Golan, pemimpin Partai Buruh, mengkritik sikap Netanyahu, mengatakan, "Netanyahu tidak bisa lagi bersembunyi di balik [Hagari]. Anda, yang telah meninggalkan mereka, harus juga yang mengumumkan berita ini. Anda tidak akan bisa lepas dari tanggung jawab."
Salah satu pengguna media sosial di platform X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, menyatakan, "Hampir tidak usah dikatakan, tetapi Netanyahu tidak mengumumkan kematian para sandera. Dia kembali bersembunyi di balik Hagari." Pengguna tersebut juga menambahkan tentang reaksi Netanyahu, "Saat ini, reaksi Benjamin ‘Tuan Keamanan’ Netanyahu terhadap pembunuhan ini adalah membatalkan penampilan yang dijadwalkan pada acara pemotretan Hari Pertama Sekolah di Yerusalem."
Sehubungan dengan situasi ini, kantor Netanyahu juga mengumumkan pembatalan kunjungannya ke sebuah sekolah dasar di Yerusalem yang direncanakan untuk hari Minggu pagi, yang menandai awal tahun ajaran baru. Keputusan ini menunjukkan betapa seriusnya situasi yang sedang dihadapi oleh Israel dan pentingnya memperhatikan nasib para sandera.
Sandera Israel Gaza Netanyahu Hamas