Menurut data resmi, tingkat fertilitas di Inggris dan Wales pada tahun 2023 hanya mencapai 1,44 kelahiran per wanita. Ini adalah angka terendah yang pernah tercatat sejak tahun 1938. Penurunan angka kelahiran ini menimbulkan kekhawatiran mengenai masa depan populasi di negara tersebut.
Salah satu daerah yang mencolok adalah Lambeth, sebuah borough di London, yang memiliki tingkat kelahiran yang sangat rendah, yaitu hanya 1,09 kelahiran per wanita. Angka ini sama dengan tingkat kelahiran di China, yang juga mengalami penurunan jumlah bayi yang lahir.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar: Apakah Inggris akan mengikuti jejak negara-negara di Asia Timur yang mengalami penurunan populasi? Meskipun ada kekhawatiran, sejarah menunjukkan bahwa hal tersebut mungkin tidak akan terjadi. Beberapa faktor yang berpengaruh adalah usia orang tua yang semakin tinggi dan tingkat imigrasi yang juga berperan dalam dinamika kelahiran.
Rata-rata usia orang tua saat memiliki anak semakin meningkat. Banyak pasangan yang memilih untuk menunda memiliki anak demi mengejar pendidikan atau karier. Ditambah lagi, imigrasi yang membawa orang-orang dari berbagai latar belakang budaya juga dapat mempengaruhi tingkat kelahiran di Inggris.
Dengan berbagai faktor yang berkontribusi, para ahli berpendapat bahwa meskipun tingkat kelahiran saat ini rendah, ada kemungkinan bahwa masyarakat Inggris akan menemukan cara untuk meningkatkan angka kelahiran di masa depan.
Perubahan dalam kebijakan pemerintah, dukungan bagi keluarga muda, dan program-program yang mendorong pernikahan serta kelahiran anak dapat membantu mengatasi masalah ini. Namun, untuk saat ini, Inggris dan Wales menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan jumlah bayi yang lahir.
Data ini menunjukkan pentingnya memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan keluarga untuk memiliki anak, serta dampaknya terhadap masyarakat secara keseluruhan.
Tingkat kelahiran Inggris Wales 2023 bayi