Washington, D.C. – Amerika Serikat (AS) menuduh Korea Utara (Korut) telah mengirim sekitar 10.000 tentara untuk menjalani pelatihan di Rusia dan bersiap untuk berperang melawan Ukraina. Tuduhan ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris Pers Pentagon, Sabrina Singh, kepada wartawan pada Selasa, 29 Oktober 2024.
Sabrina menyatakan, "Korea Utara telah mengirim sekitar 10.000 tentara untuk berlatih di Rusia timur. Mereka akan mendukung pasukan Rusia di dekat Ukraina dalam beberapa pekan ke depan."
Tuduhan ini semakin memperburuk ketegangan antara negara-negara tersebut. Korea Selatan (Korsel) juga telah lama menuduh Korut mengirim senjata dan bantuan militer untuk membantu Rusia dalam konflik melawan Ukraina. Hal ini semakin jelas setelah pemimpin Korut, Kim Jong Un, menandatangani kesepakatan pertahanan bersama dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada bulan Juni lalu. Sejak saat itu, dukungan tentara dari Korut mulai mengalir ke Rusia.
Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol, menyebut tindakan ini sebagai "ancaman keamanan yang signifikan bagi masyarakat internasional."
Sementara itu, Kepala Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Mark Rutte, menilai langkah ini menunjukkan keputusasaan Rusia di tengah konflik yang berkepanjangan. Rutte mengatakan, "Ini adalah tanda keputusasaan Putin yang semakin meningkat," merujuk pada kerugian besar yang dialami Rusia dalam invasi ke Ukraina sejak tahun 2022, di mana diperkirakan sekitar 600.000 tentara Rusia telah kehilangan nyawa.
Walaupun demikian, Pyongyang sebelumnya telah membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa mereka tidak mengirimkan pasukan untuk membantu Rusia dalam operasi militer di Ukraina. Dalam pertemuan BRICS yang diadakan di Rusia pekan lalu, Presiden Putin juga menolak untuk mengonfirmasi berita mengenai pengiriman tentara dari Korut.
Menurut Wakil Direktur Badan Intelijen Korsel (NIS), Hong Jang-won, pengerahan pasukan Korut terjadi lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya. Ia mengatakan, "Tampaknya Rusia dan Korut telah mempercepat langkah mereka sejak rencana tersebut bocor ke publik."
Situasi ini menunjukkan ketegangan yang semakin meningkat di kawasan dan menjadi perhatian bagi banyak negara di dunia. Dengan adanya pengiriman tentara Korut ke Rusia, banyak yang khawatir akan dampak besar yang mungkin ditimbulkan dalam konflik yang sudah berlangsung di Ukraina.
Ketegangan ini tidak hanya mempengaruhi hubungan antara negara-negara yang terlibat, tetapi juga bisa berdampak pada stabilitas keamanan global. Berita ini terus berkembang, dan akan ada update selanjutnya.
Foto: Newyorktimes
Korea Utara Rusia Ukraina tentara perang