Serangan Udara Israel Tewaskan Hampir 100 Warga Palestina di Gaza
Pada hari Senin malam, pasukan Israel melancarkan serangan udara yang mengakibatkan hampir 100 warga Palestina tewas, termasuk 25 anak-anak. Serangan ini terjadi di Beit Lahia, sebuah kota di utara Gaza, yang telah mengalami pengepungan dan serangan darat oleh Israel selama 24 hari terakhir.
Menurut kantor media pemerintah Gaza, jumlah korban tewas yang dikonfirmasi mencapai 93 orang, termasuk 25 anak-anak. Selain itu, ada sekitar 40 orang lainnya yang dinyatakan hilang. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa sekitar 150 orang mengalami luka-luka akibat serangan ini.
Rekaman yang ditayangkan oleh Al Jazeera menunjukkan proses evakuasi jenazah yang ditutupi selimut di lokasi serangan. Salah satu wanita terlihat berduka di samping korban, termasuk beberapa anak dan cucunya. "Siapa yang harus saya tangisi?" tanyanya. "Anak-anak saya? Cucuku? Saudara-saudara saya? Mereka semua pergi. Tidak ada lagi yang tersisa untuk saya."
Bangunan yang menjadi target serangan tersebut milik keluarga Abu Naser, yang baru-baru ini menampung orang-orang yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka akibat serangan tentara Israel. Pada saat serangan terjadi, diperkirakan antara 300 hingga 400 orang sedang tidur di dalam bangunan tersebut.
Serangan ini menambah daftar panjang tragedi yang dialami oleh warga Palestina di Gaza selama konflik yang berkepanjangan ini. Banyak keluarga kini kehilangan anggota keluarga mereka dan harus menghadapi kesedihan yang mendalam.
Kondisi di Gaza semakin memburuk dengan banyaknya pengungsi dan korban jiwa. Situasi ini memerlukan perhatian dan dukungan dari komunitas internasional untuk mengakhiri konflik dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan.
serangan udara Israel Gaza korban tewas anak-anak