Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Konflik Baru Mengancam Ethiopia Setelah Perjanjian Damai

Pada akhir tahun 2020, Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed, meluncurkan operasi militer yang dijanjikannya akan berlangsung cepat dan bersih untuk menggulingkan partai penguasa Tigray, yaitu Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF). Namun, yang terjadi adalah salah satu konflik paling mengerikan di abad ini.

Pada tahun 2022, perjanjian damai yang ditandatangani oleh pemerintah Ethiopia dan TPLF berhasil menghentikan pertempuran. Meskipun demikian, perjanjian tersebut tidak menyelesaikan konflik antara Tigray dan dua pihak utama lainnya dalam perang tersebut, yaitu Eritrea dan milisi dari Amhara.

Dua tahun setelah perjanjian damai, kekurangan tersebut membantu menjelaskan mengapa Abiy menghadapi pemberontakan baru di dalam negeri dan potensi perang dengan Eritrea. Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun pertempuran fisik telah berhenti, ketegangan dan ketidakpuasan masih ada di wilayah tersebut.

Pemerintah Ethiopia kini harus menghadapi tantangan baru yang dapat mengganggu stabilitas kawasan Tanduk Afrika. Ketidakpuasan masyarakat dan konflik yang belum terselesaikan menjadi ancaman serius bagi kedamaian yang diharapkan dapat terwujud setelah perjanjian damai.

Diperlukan upaya yang lebih besar untuk menjembatani kesenjangan antara berbagai kelompok di Ethiopia dan memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam proses damai yang berkelanjutan. Tanpa tindakan yang tepat, masa depan Ethiopia dan kawasan sekitarnya bisa terancam lebih jauh.

library_books Theeconomist