Washington, D.C. – Sebuah patung menarik yang membuat pernyataan politik didirikan di ibu kota AS minggu ini. Di depan Capitol, tempat kedudukan Kongres AS, terdapat sebuah meja dengan tumpukan kotoran yang banyak. Karya seni ini memperingati penyerbuan Capitol pada 6 Januari 2021 oleh pendukung calon presiden dari Partai Republik Donald Trump.
Karya seni tersebut berdiri setinggi 2 kaki dan menampilkan papan nama mantan Ketua DPR Nancy Pelosi, yang kantornya juga terkena dampak pemberontakan. Di dasar patung terdapat plakat peringatan dengan tulisan provokatif yang menggambarkan tindakan para pemogok sebagai "berani".
Plakat tersebut berbunyi: “Peringatan ini menghormati para pria dan wanita pemberani yang masuk ke Gedung Kongres Amerika Serikat pada tanggal 6 Januari 2021 untuk menjarah, buang air kecil, dan buang air besar di aula suci ini dalam upaya untuk membatalkan pemilu. Presiden Trump memuji para pahlawan 6 Januari ini sebagai 'patriot yang luar biasa' dan 'pejuang.' Peringatan ini merupakan bukti pengorbanan berani dan warisan abadi mereka.”
Patung itu dipasang oleh kelompok seniman Civic Crafted LLC. Kelompok tersebut telah mendapat izin untuk mengadakan pameran hingga 30 Oktober 2024, menurut Dinas Taman Nasional.
Tindakan ini telah menimbulkan banyak perbincangan dan menimbulkan polarisasi pendapat terhadap peristiwa 6 Januari. Sementara beberapa orang melihat patung itu sebagai ekspresi artistik dari budaya protes, yang lain mengkritiknya sebagai sesuatu yang tidak berasa dan tidak pantas.
Peresmian patung ini menunjukkan bagaimana seni dapat digunakan sebagai sarana ekspresi politik. Hal ini mendorong orang untuk berpikir tentang peristiwa dan konsekuensinya.
Apakah patung ini akan menenangkan atau semakin mengobarkan pikiran masih harus dilihat. Namun ada satu hal yang pasti: perdebatan seputar tanggal 6 Januari dan dampaknya terhadap masyarakat Amerika akan terus berlanjut.
Skulptur Kapitol Washington Trump Protest