Banyak hewan, seperti manusia, juga suka menikmati minuman. Namun, alih-alih minum minuman beralkohol seperti brendi, mereka lebih suka mengonsumsi buah yang telah difermentasi. Meskipun demikian, efek dari alkohol tetap sama, yaitu dapat mengganggu pikiran dan memperpendek usia. Akibatnya, banyak hewan yang menghindari minum secara berlebihan karena risiko yang ditimbulkan.
Namun, ada satu jenis serangga yang sangat menyukai alkohol, yaitu tawon oriental. Tawon ini berasal dari Afrika Utara dan Asia Barat Daya. Mereka sangat tertarik pada buah yang difermentasi dan alkohol, bahkan sampai berkelahi untuk mendapatkan minuman tersebut.
Selama ini, banyak orang mengira bahwa tawon oriental juga terpengaruh oleh alkohol seperti hewan lainnya. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak benar.
Penelitian terbaru ini mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa tawon oriental tidak terpengaruh oleh alkohol. Mereka tampaknya kebal terhadap efek buruk yang biasanya dialami oleh hewan lain ketika mengonsumsi alkohol. Ini berarti tawon oriental dapat menikmati fermentasi tanpa risiko yang sama, seperti memperpendek umur mereka.
Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana tawon oriental dapat bertahan dengan baik meski mengonsumsi alkohol. Para ilmuwan sedang melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme di balik ketahanan tawon ini.
Dengan temuan ini, tawon oriental menjadi fokus penelitian lebih dalam mengenai bagaimana mereka dapat hidup berdampingan dengan alkohol tanpa dampak negatif. Penelitian ini juga membuka peluang untuk memahami lebih banyak tentang interaksi antara hewan dan zat berbahaya lainnya.
Dengan demikian, tawon oriental menunjukkan bahwa tidak semua hewan memiliki reaksi yang sama terhadap alkohol, dan ada kemungkinan bahwa mereka memiliki sistem biologis yang berbeda dari hewan lainnya.
Foto: Eran Levin
tawon oriental alkohol penelitian kebal hewan