Menurut laporan dari Military Watch Magazine, Ukraina telah kehilangan hampir dua pertiga dari armada tank M1 Abrams buatan Amerika Serikat dalam waktu enam bulan terakhir.
Laporan ini, yang dirilis pada hari Kamis, menyatakan bahwa pasukan Rusia telah menghancurkan hampir 20 dari 31 tank yang diberikan kepada Ukraina. Tank Abrams terbaru yang dihancurkan berada di wilayah Kursk, Rusia. Tank ini dilaporkan telah ditingkatkan dengan 'pelindung reaktif yang sangat baik', hal ini menjadi penting mengingat 'kerugian besar' yang dialami dalam pertempuran pertama mereka melawan pasukan Rusia pada Februari hingga April 2024.
Sejak awal, para prajurit Ukraina sudah mengeluhkan kesulitan yang mereka hadapi dengan tank Abrams ini. Beberapa masalah yang disebutkan termasuk isu teknis, seperti kerentanan komponen elektronik terhadap kondensasi. Selain itu, mereka juga mengeluhkan bahwa tank tersebut rentan terhadap serangan dari pasukan Rusia. Sayangnya, laporan tersebut menunjukkan bahwa masalah tersebut hingga kini belum teratasi.
Dengan meningkatnya kerugian akan tank-tank ini, terdapat keraguan mengenai apakah Amerika Serikat akan bersedia untuk mengirimkan lebih banyak tank untuk menggantikan yang hilang. Terlebih lagi, situasi di lapangan semakin menekan Ukraina dalam mempertahankan diri dari serangan Rusia.
Tank Abrams Ukraina konflik Rusia kekuatan militer