Pangkalan Udara Maguwo, Indonesia – Para teknisi BKR Udara yang dipimpin oleh Basir Surya dan Tjarmadi berhasil memperbaiki pesawat Cureng, sebuah pesawat peninggalan Jepang, dalam waktu hanya satu hari. Sebelum melakukan perbaikan, Basir Surya dan Tjarmadi melakukan pemeriksaan terhadap puluhan pesawat yang ada di pangkalan tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, mereka menemukan tiga pesawat yang kondisinya masih lengkap dengan kerusakan yang sangat sedikit. Keberhasilan perbaikan ini menunjukkan kemampuan dan dedikasi tinggi para teknisi dalam merawat alat utama sistem senjata.
Perbaikan pesawat ini tidak lepas dari perintah Suryadarma, yang pada bulan September 1945, dipanggil oleh Oerip Soemohardjo untuk mempersiapkan kekuatan di bidang matra udara. Suryadarma kemudian mengumpulkan orang-orang yang memiliki keterampilan di bidang penerbangan untuk membantu perbaikan pesawat terbang yang ada.
Basir Surya dan Tjarmadi berkoordinasi dengan Suryadarma di Bandung, yang menyarankan mereka untuk pergi ke Pangkalan Udara Maguwo, karena banyak pesawat membutuhkan perhatian teknisi di sana.
Untuk menghormati para perintis dan mengapresiasi keberhasilan para teknisi dalam memperbaiki pesawat Cureng, tanggal 26 Oktober ditetapkan sebagai Hari Jadi Komando Pemeliharaan Material TNI Angkatan Udara (Koharmatau). Penetapan ini berdasarkan Keputusan Kasau Nomor Kep/01/I/1994 yang dikeluarkan pada tanggal 13 Januari 1994.
Dengan perbaikan ini, TNI Angkatan Udara menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan merawat armada pesawat untuk keperluan pertahanan negara. Slogan "Jauh di Langit Dekat di Hati" menggambarkan kedekatan dan rasa bangga masyarakat terhadap angkatan udara.
DISPENAU@2024
BKR Udara Basir Surya Tjarmadi pesawat Cureng Maguwo