Serangan yang sangat dinantikan oleh Israel terhadap Iran mengalami penundaan. Ini terjadi karena Israel harus mempertimbangkan peringatan dari negara-negara Arab Teluk yang meminta agar Israel tidak menggunakan ruang udara mereka untuk melakukan serangan. Sumber-sumber yang dekat dengan situasi ini melaporkan bahwa perencanaan perang Israel kini memerlukan rute yang lebih panjang untuk menghindari penggunaan ruang udara negara-negara tersebut.
Menurut seorang pejabat AS dan dua mantan pejabat senior yang berbicara dengan syarat anonim, rute yang harus dilalui pesawat tempur Israel untuk menyerang Iran akan memerlukan pengisian bahan bakar di udara yang lebih banyak. Hal ini tentu akan menyulitkan pelaksanaan serangan tersebut.
Iran juga telah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap sikap negara-negara Arab yang enggan membantu Israel. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Tehran telah mendapatkan jaminan dari negara-negara tetangga mereka untuk tidak mengizinkan ruang udara atau tanah mereka digunakan dalam serangan tersebut. "Semua tetangga kami telah memastikan bahwa mereka tidak akan membiarkan tanah atau ruang udara mereka digunakan melawan Republik Islam Iran," ujar Araghchi pada hari Selasa.
Dalam pelatihan sebelumnya, Angkatan Udara Israel telah menunjukkan kemampuan pesawat F-35 mereka yang melakukan pengisian bahan bakar di udara dengan menggunakan pesawat tanker KC-707 Boeing. Hal ini dilakukan pada bulan lalu saat mereka menyerang pelabuhan Hodeidah yang dikuasai Houthi di Yaman.
Jarak yang ditempuh dan jumlah bahan bakar yang dibutuhkan untuk misi pengeboman sangat bergantung pada jenis pesawat yang digunakan dan jenis serta berat amunisi yang dibawa. Seorang mantan pejabat senior pertahanan AS menyatakan bahwa jika Israel harus terbang melintasi Laut Merah dan Laut Arab untuk menyerang Iran, mereka akan membutuhkan setidaknya empat hingga lima pengisian bahan bakar di udara.
Bradly Bowman, direktur senior di Center on Military and Political Power di Foundation For Defense of Democracies, mengungkapkan, "Jarak yang jauh dari Israel ke Iran menciptakan tantangan logistik untuk pengisian bahan bakar di udara. Jika kebimbangan beberapa ibu kota Arab memaksa Israel untuk menyesuaikan rencana perang mereka, itu adalah keberhasilan diplomatik bagi Iran," ujarnya.
Israel Iran serangan ruang udara negara Arab Houthi