Jakarta, 27 Oktober 2024 – Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Pramono Anung, mengumumkan rencananya untuk menyiapkan anggaran sebesar Rp26 triliun guna membangun sistem transportasi yang terintegrasi. Rencana ini bertujuan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang lebih efisien dan nyaman untuk warganya.
Dalam penjelasannya, Pramono menyampaikan bahwa dana yang dianggarkan tidak hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga mencakup penyediaan subsidi untuk 15 golongan masyarakat. Subsidi ini bertujuan untuk memberikan akses gratis kepada masyarakat dalam menggunakan transportasi umum, sehingga diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
"Dengan anggaran ini, kami ingin memastikan bahwa semua lapisan masyarakat dapat menikmati transportasi umum yang berkualitas dan terjangkau," kata Pramono.
Selain itu, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk memperluas jaringan trayek Transjakarta. Pramono berencana untuk mengubah nama layanan tersebut menjadi Transjabodetabek, yang akan mencakup daerah-daerah penyangga Jakarta. Ini berarti masyarakat yang tinggal di sekitar Jakarta tidak perlu lagi menggunakan kendaraan bermotor untuk masuk ke pusat kota.
Rencana ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang sering terjadi di Jakarta, yang merupakan salah satu masalah transportasi terbesar di ibu kota. Dengan adanya transportasi umum yang lebih baik dan terintegrasi, Pramono percaya bahwa mobilitas masyarakat akan meningkat.
Pramono Anung menekankan pentingnya transformasi sistem transportasi ini untuk mendukung pertumbuhan Jakarta sebagai kota yang berstandar internasional. Jika rencana ini berhasil, diharapkan Jakarta dapat menjadi kota yang lebih ramah lingkungan dan nyaman bagi semua warganya.
Dengan berbagai rencana yang ambisius ini, Pramono Anung menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan solusi nyata bagi masalah transportasi di Jakarta.
Pramono Anung anggaran transportasi Jakarta