Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Tim Verifikasi Kota Sehat Madiun Selesai Tugas, Sekda Minta Perbaikan Segera

MADIUN – Pelaksanaan verifikasi untuk program Kota Sehat di Kota Madiun telah selesai dilaksanakan. Tim verifikasi yang berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyelesaikan tugasnya. Untuk itu, rekomendasi yang diperlukan pun telah diberikan kepada pihak terkait. Kegiatan seremonial pelepasan tim verifikasi berlangsung di Sun Hotel Kota Madiun pada hari Jumat, 25 Oktober 2024, dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun, Soeko Dwi Handiarto.

"Tim sudah bekerja dengan baik. Ada beberapa rekomendasi yang diberikan. Ini penting untuk kita dalam upaya menatap penghargaan Kota Sehat," ujar Sekda Soeko Dwi Handiarto saat melepas tim verifikasi.

Dalam program Kota Sehat, terdapat sembilan tatanan yang harus diperhatikan. Tim verifikasi dibagi menjadi beberapa kelompok untuk meninjau lokasi-lokasi yang menjadi indikator dari sembilan tatanan tersebut. Lokasi yang diperiksa antara lain adalah Puskesmas, pasar tradisional, dan terminal.

Sekda mengakui bahwa masih terdapat beberapa kekurangan yang ditemukan selama proses verifikasi. Beberapa kekurangan tersebut terutama berkaitan dengan kelengkapan dokumentasi. Sekda menyebutkan bahwa banyak kegiatan yang telah dilakukan tetapi tidak didokumentasikan dengan baik. Hal ini baru terungkap saat proses verifikasi lapangan berlangsung.

"Kebanyakan terkait kelengkapan data. Sebenarnya kegiatan yang dimaksud sudah dilakukan. Tetapi dokumentasinya tidak ikut dilaporkan. Padahal kelengkapan ini juga menambah nilai tersendiri," ungkapnya.

Rekomendasi lain yang disampaikan tim verifikasi adalah mengenai fasilitas kamar mandi di pasar tradisional. Tim merekomendasikan agar kamar mandi untuk perempuan dan laki-laki dipisahkan. Rekomendasi ini dianggap sebagai masukan yang baik untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat. Selain itu, tim juga memberikan masukan mengenai papan peringatan area tanpa asap rokok. Di Kota Madiun saat ini hanya ada tanda untuk area merokok, sementara perlu ada tambahan rambu larangan merokok di tempat-tempat yang seharusnya bebas dari asap rokok.

"Saya minta kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk segera memenuhi dan melengkapi apa-apa yang kurang. Paling tidak dalam waktu satu minggu ke depan, sudah harus ada progres yang terlihat," tegas Sekda.

Dengan berbagai rekomendasi ini, diharapkan Kota Madiun dapat segera memenuhi syarat untuk meraih penghargaan sebagai Kota Sehat.

library_books Pemkotmadiun