Gaza, Palestina – Seorang aktivis dan jurnalis Palestina, Aboud Battah, mengungkapkan rasa syukurnya melalui media sosial setelah diduga dibebaskan dari tahanan Israel. Dalam sebuah unggahan Instagram, Battah menulis, "terima kasih Tuhan yang telah menyelamatkan kami," yang menunjukkan bahwa ia telah kembali setelah ditangkap.
Penangkapan Battah terjadi pada hari Jumat lalu ketika pasukan Israel memasuki Kamal Adwan Hospital, rumah sakit terakhir yang masih beroperasi di bagian utara Gaza yang sedang terblokade. Menurut laporan dokter dan media, pasukan Israel melakukan serangan ke rumah sakit tersebut setelah melakukan pemboman yang mengakibatkan kematian anak-anak di dalamnya.
Setelah pemboman, pasukan Israel menggerebek rumah sakit sekitar dua jam kemudian. Mereka meminta semua pasien, termasuk yang berada di ruang perawatan intensif, untuk berkumpul di halaman rumah sakit. Selama penggerebekan, mereka mulai menahan para pemuda yang berlindung di rumah sakit dan memeriksa mereka, seperti dilaporkan oleh Al Jazeera.
Aboud Battah sebelumnya juga mengunggah video yang menyerukan kepada dunia untuk bertindak menghentikan "pembantaian dan kematian" yang terjadi di Gaza. Pesannya menjadi perhatian internasional, mengingat situasi yang semakin memburuk di wilayah tersebut.
Situasi di Gaza saat ini sangat memprihatinkan, dengan banyak warga sipil yang menjadi korban. Serangan yang terus berlanjut membuat banyak rumah sakit kesulitan untuk beroperasi secara normal.
Perkembangan ini menunjukkan pentingnya perhatian dunia terhadap apa yang terjadi di Gaza. Banyak orang berharap agar situasi ini segera membaik dan perlindungan bagi warga sipil dapat ditegakkan.
Aboud Battah Palestina tahanan Israel Kamal Adwan Hospital