Presiden Prabowo Tekankan Retreat Kabinet Tak Militeristik
Magelang, Jawa Tengah – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Retreat Kabinet Merah Putih yang berlangsung di Akademi Militer (Akmil), Kota Magelang, tidak bertujuan untuk memberikan kesan militeristik. Menurut Prabowo, agenda retreat ini dirancang untuk meningkatkan disiplin dan kesetiaan kepada bangsa dan negara.
Pada acara tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa metode yang digunakan dalam retreat, yang meliputi latihan dan pengarahan, merupakan cara militer yang sering diterapkan di pemerintahan serta perusahaan-perusahaan. "The military way, inti dari semua perusahaan adalah disiplin. Kedua, kesetiaan," ujarnya dalam sebuah video yang dibagikan.
Presiden menekankan pentingnya kesetiaan kepada negara, bukan kepada individu. "Saya benar-benar minta saudara tidak setia kepada Prabowo, tetapi setia kepada bangsa dan negara Indonesia," tambahnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmennya untuk memastikan bahwa semua anggota kabinet memiliki fokus yang sama dalam melayani masyarakat.
Retreat ini diharapkan dapat membangun solidaritas dan kerjasama di antara anggota kabinet, serta menjadikan mereka lebih siap dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan. Dengan pelatihan yang dilakukan di Akmil, Prabowo berharap bahwa nilai-nilai disiplin dan kesetiaan dapat terinternalisasi dalam setiap tindakan mereka.
Melalui inisiatif ini, diharapkan Kabinet Merah Putih dapat lebih solid dan efektif dalam menjalankan program-program pemerintah untuk kesejahteraan rakyat. Dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab yang tinggi, pemerintah ingin mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
Acara retreat ini berlangsung pada hari Jumat dan dihadiri oleh seluruh anggota Kabinet Merah Putih. Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan dapat memperkuat visi dan misi pemerintahan dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Pewarta: Rio Feisal
Editor: Chandra Hamdani Noor
Copyright © ANTARA 2024
Prabowo Subianto Retreat Kabinet Akmil disiplin kesetiaan