Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Serangan Siber Besar Terjadi di Change Healthcare

Change Healthcare, sebuah perusahaan teknologi yang dimiliki oleh UnitedHealth Group (UHG), baru-baru ini mengalami serangan siber besar yang mengakibatkan mereka membayar tebusan sebesar $22 juta untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Pada hari Kamis, UHG mengungkapkan jumlah orang yang terkena dampak serangan ini untuk pertama kalinya, delapan bulan setelah insiden terjadi. Dalam pengajuan baru di portal Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, UHG melaporkan bahwa sekitar sepertiga populasi AS, atau sekitar 100 juta orang, mengalami pencurian data selama serangan tersebut.

Serangan siber ini mengungkap data kesehatan yang sangat sensitif, seperti diagnosis medis, hasil tes, obat-obatan, dan rencana kesehatan. Selain itu, nomor jaminan sosial dan informasi pribadi lainnya juga terancam.

Dengan cakupan serangan yang begitu besar, insiden ini menjadi pelanggaran data kesehatan terbesar yang pernah ada, melampaui insiden Anthem pada tahun 2015 yang mempengaruhi hampir 79 juta orang Amerika.

Serangan ini menunjukkan pentingnya perlindungan data dalam dunia kesehatan. Banyak orang yang mengandalkan informasi kesehatan mereka untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Ketika data tersebut dicuri, hal ini bisa menimbulkan risiko besar bagi individu yang terpengaruh.

Pihak Change Healthcare dan UHG kini sedang mencari cara untuk memperbaiki keamanan siber mereka agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap potensi pencurian identitas setelah insiden ini.

Insiden ini menjadi pengingat bagi semua orang akan pentingnya menjaga informasi pribadi dan kesehatan dengan aman.

library_books Entrepreneur