Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kampanye Rokok Lucky Strike yang Mengubah Pandangan Wanita

Dalam tahun 1920-an, kampanye iklan yang dilakukan oleh perusahaan rokok terkenal, Lucky Strike, berusaha mengubah cara pandang masyarakat tentang wanita yang merokok. Pada waktu itu, merokok di depan umum merupakan hal yang tabu bagi perempuan, dan mereka yang melanggar norma ini sering dianggap memiliki sikap seksual yang longgar.

Di balik keberhasilan kampanye tersebut, terdapat seorang tokoh penting bernama Edward Bernays. Bernays, yang merupakan keponakan dari Sigmund Freud, dikenal sebagai "bapak hubungan publik" dan merupakan sosok yang inovatif dalam bidang periklanan. Ia sangat mengerti tentang psikologi massa dan bagaimana mempengaruhi perilaku orang banyak tanpa mereka sadari.

Bernays bekerja sama dengan George Washington Hill, presiden dari American Tobacco Company, yang ingin mengubah pandangan masyarakat agar lebih menerima wanita merokok. Dengan izin Hill, Bernays berkonsultasi dengan Dr. A.A. Brill, seorang psikoanalisis terkenal yang juga merupakan murid Freud. Dalam konsultasinya, Brill menyatakan bahwa rokok dapat dipandang sebagai simbol kekuatan laki-laki.

Dengan ide ini, Bernays merancang kampanye berjudul "Torches of Freedom" yang mempromosikan merokok sebagai bentuk perlawanan terhadap kekuasaan laki-laki. Kampanye ini diluncurkan pada Parade Paskah tahunan di New York pada tanggal 1 April 1929. Bernays berhasil meyakinkan sekelompok debutan, yang merupakan wanita dari kalangan atas, untuk merokok di tempat umum, yakni di Fifth Avenue.

Media sudah dipersiapkan sebelumnya dengan informasi tersebut dan tidak bisa menolak untuk meliput acara ini. Hasilnya, "Parade Tongkat Kebebasan" menarik perhatian tidak hanya koran lokal, tetapi juga berbagai surat kabar di seluruh negeri dan bahkan internasional. Kampanye ini sukses luar biasa. Banyak wanita terpengaruh dan semakin percaya bahwa merokok adalah tindakan feminis, menjadikan mereka sebagai target pasar yang berharga bagi industri rokok.

Dengan cara ini, Edward Bernays berhasil merubah pandangan umum dan membuka pasar baru, sekaligus menjadi salah satu pionir dalam dunia periklanan modern

library_books Kardashian Kolloquium