PT Freeport Indonesia (PTFI) saat ini sedang melakukan negosiasi dengan pemerintah Indonesia untuk memperpanjang relaksasi ekspor konsentrat tembaga. Negosiasi ini dilakukan setelah terjadinya kebakaran di smelter tembaga milik PTFI yang berlokasi di Gresik.
Kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur produksi asam sulfat, yang sangat penting untuk proses peleburan tembaga. Menurut Kathleen Quirk, President & Chief Executive Officer Freeport-McMoran Inc., manajemen PTFI berharap agar pemerintah memberikan izin ekspor konsentrat tembaga sampai smelter dapat beroperasi penuh kembali.
"Kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur produksi asam sulfat yang diperlukan untuk memroses peleburan tembaga," ungkap Kathleen dalam Laporan Keuangan Kuartal III 2024 yang dipublikasikan pada tanggal 23 Oktober 2024.
PTFI saat ini sedang melakukan inspeksi untuk mengetahui penyebab kebakaran secara bertahap dan juga sedang mengganti beberapa peralatan yang rusak. Selain itu, PTFI berkomitmen untuk memulihkan biaya perbaikan melalui program asuransi yang dimiliki.
Walaupun demikian, Freeport-McMoran Inc. belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai berapa lama relaksasi ekspor konsentrat yang diajukan. Mereka hanya meminta agar izin ekspor tersebut tetap ada hingga operasi smelter kembali pulih.
"Sehubungan dengan kebakaran yang baru saja terjadi di smelter baru PTFI dan upaya pemulihan yang diperlukan, PTFI tengah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mengizinkan keberlanjutan ekspor konsentrat tembaga hingga operasi smelter kembali pulih," kata FCX.
Perlu diketahui, izin ekspor konsentrat tembaga dan lumpur anoda milik Freeport seharusnya berakhir pada bulan Desember 2024 mendatang. Hal ini membuat negosiasi dengan pemerintah menjadi sangat penting agar kegiatan ekspor dapat terus berlangsung.
Dengan situasi ini, PTFI berupaya keras untuk memastikan kelangsungan operasional dan pemulihan pasca kebakaran agar perusahaan dapat kembali berproduksi secara normal.
Freeport Indonesia ekspor tembaga negosiasi kebakaran smelter