Kondisi Darurat di Rumah Sakit Kamal Adwan, Gaza
Seorang dokter bedah ortopedi dari Medecins Sans Frontieres (MSF) yang saat ini berlindung di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara melaporkan bahwa situasi di fasilitas medis tersebut sangat "disastrous" atau mengerikan. Di dalam rekaman suara yang dibagikan oleh organisasi non-pemerintah tersebut, Dr. Mohammed Obeid mengatakan, "Ada kematian dalam berbagai bentuk di rumah sakit Kamal Adwan dan di utara Gaza. Serangan tidak berhenti. Artileri tidak berhenti. Pesawat tidak berhenti. Ada penembakan berat, dan rumah sakit juga menjadi sasaran. Ini seperti dalam film; tidak terasa nyata."
Dr. Obeid menjelaskan bahwa rumah sakit saat ini sudah kewalahan dan tidak memiliki peralatan medis atau bedah untuk merawat para korban yang terluka. Dia juga menambahkan bahwa ambulans tidak dapat bergerak, sehingga tidak bisa menjangkau tubuh atau orang-orang yang terluka yang tergeletak di jalanan. "Banyak dari mereka meninggal sebelum sampai di rumah sakit, dan yang lainnya meninggal di dalam rumah sakit karena kami tidak bisa merawat luka mereka," ungkapnya.
Saat ini, Dr. Obeid melaporkan bahwa terdapat 30 orang yang meninggal di dalam rumah sakit dan sekitar 130 pasien yang membutuhkan perawatan segera. "Kami merasa putus asa. Saya tidak memiliki kata-kata," kata Obeid dengan nada yang penuh keputusasaan.
Situasi di Gaza semakin memburuk dengan banyaknya serangan yang terjadi. Dalam kondisi seperti ini, dukungan dari organisasi kemanusiaan sangat dibutuhkan untuk membantu meringankan beban para pasien dan tenaga medis yang masih berjuang di tengah bencana ini.
Gaza Rumah Sakit Kamal Adwan MSF situasi darurat dokter