Profesor Noam Chomsky, seorang tokoh intelektual terkemuka, baru-baru ini memberikan pernyataan mengenai boikot budaya terhadap Israel. Dalam keterangannya kepada Artists for Palestine UK (APUK), Chomsky menyatakan bahwa ia menentang penampilan di Israel yang digunakan untuk tujuan propaganda nasionalis yang menutupi fakta mengenai pendudukan dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap rakyat Palestina.
Chomsky, yang telah aktif dalam memperjuangkan akuntabilitas Israel atas pelanggaran hukum internasional, menambahkan bahwa ia terlibat dalam berbagai kegiatan sebelum gerakan Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) terbentuk. Meskipun ia memiliki beberapa perbedaan taktis dengan gerakan BDS, Chomsky menegaskan dukungannya terhadap aksi-aksi tersebut dan menyatakan bahwa ia akan terus berpartisipasi.
APUK mengucapkan terima kasih kepada Profesor Chomsky atas klarifikasinya. Organisasi ini juga mengingatkan para seniman yang berencana tampil atau memamerkan karya di Israel tentang poin penting yang disampaikan Chomsky. "Kehadiran seniman internasional di Israel sering kali digunakan oleh pemerintah untuk menutupi pendudukan dan pelanggaran hak asasi manusia," ungkap mereka.
Pernyataan ini menggugah kesadaran akan pentingnya memperhatikan konteks sosial dan politik ketika terlibat dalam aktivitas seni di daerah yang kontroversial. Keterlibatan seniman dalam isu-isu ini dapat memengaruhi pandangan masyarakat dan mendukung atau menentang kebijakan yang ada.
Chomsky boikot budaya Israel hak asasi manusia