Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Penelitian Baru: Separuh Ilmuwan di Laboratorium Neurodivergen

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa sekitar separuh pekerja laboratorium dan ilmuwan mengidentifikasi diri mereka sebagai neurodivergen, termasuk mereka yang berada di spektrum autisme. Temuan ini mendorong para arsitek untuk memikirkan kembali desain tradisional laboratorium.

Dr. Edward Edgerton dari Universitas West of Scotland, yang terlibat dalam penelitian ini, menyatakan, "Seringkali, karyawan yang neurodivergen akan mengelola lingkungan kerja mereka dengan menyembunyikan tanda-tanda neurodiversitas mereka." Menurutnya, meskipun neurodiversitas mereka diakui, tempat kerja mereka tetap bisa melelahkan dan berdampak negatif pada kinerja serta kesejahteraan mereka.

Perusahaan seperti HOK sedang menciptakan ruang yang lebih inklusif dengan tata letak yang fleksibel, pilihan sensorik, dan elemen biophilic. Desain-desain ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi kelelahan, dan menciptakan pengalaman yang lebih manusiawi dalam ruang kerja ilmiah.

Perubahan ini menunjukkan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang ramah bagi semua ilmuwan, terutama mereka yang neurodivergen. Dengan desain yang lebih baik, diharapkan ilmuwan dapat bekerja dengan lebih nyaman dan efisien.

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan lebih banyak laboratorium akan mempertimbangkan kebutuhan semua karyawan dalam desain mereka.

library_books Fastcompany