Jakarta, 22 Oktober 2024 – PT Hexa Prima Nusantara (HPN) telah resmi menyelesaikan transaksi akuisisi terhadap emiten digital, PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk (FUTR). Dalam langkah ini, HPN mengambil alih 99,99 persen saham dari PT Digital Futurama Global (DFG), yang sebelumnya menjadi pengendali perusahaan tersebut.
Menurut laporan perusahaan, HPN mengeluarkan dana sebesar Rp24,9 miliar untuk membeli 24.999 saham DFG. Dengan transaksi ini, HPN kini secara resmi menjadi pengendali tidak langsung dari FUTR.
Direktur Utama FUTR, Martha Rebecca, menjelaskan bahwa akuisisi ini efektif berlaku sejak 21 Oktober 2024. "HPN telah efektif menjadi pengendali secara tidak langsung baru dari perseroan," katanya dalam sebuah konferensi pers di Jakarta.
Rebecca menambahkan bahwa tujuan dari pengendalian oleh HPN adalah untuk diversifikasi usaha. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sinergi antara ekosistem bisnis FUTR dengan ekosistem bisnis yang ada di Hexa Group.
Sebelumnya, manajemen FUTR telah meyakinkan para investor publik bahwa dengan adanya pengendali baru ini, mereka tidak akan menutup FUTR dan mengubahnya menjadi perusahaan tertutup. "Perseroan telah meminta konfirmasi kepada HPN bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk melakukan penghapusan pencatatan saham di Bursa Efek (delisting)," ungkap Rebecca.
Namun, hingga tanggal 22 Oktober 2024, saham FUTR mengalami penurunan sebesar 2,15 persen, dengan harga per saham mencapai Rp91.
Dengan akuisisi ini, diharapkan HPN dapat membawa perubahan positif dan memperkuat posisi FUTR dalam industri digital yang semakin kompetitif.
PT Hexa Prima Nusantara akuisisi PT Lini Imaji Kreasi saham bisnis