Dalam dunia yang semakin canggih dengan smartphone dan kecerdasan buatan (AI), sebuah buku dari hampir lima puluh tahun yang lalu berjudul "The Mind’s I" layak untuk dibaca. Buku ini adalah antologi yang menggabungkan fiksi, filsafat, dan neuroscience. Meskipun ditulis pada era sebelum komputer pribadi, pemikiran yang dihadirkan tetap relevan hingga saat ini.
"The Mind’s I" menggali refleksi tentang diri manusia dan jiwa. Buku ini juga menyentuh isu-isu penting dalam filsafat, termasuk teodisi, yaitu studi tentang kejahatan dan penderitaan dalam konteks keberadaan Tuhan. Para penulis artikel di dalamnya datang dari berbagai perspektif, namun para komentator buku ini mengaku berideologi materialis dan ateis. Hal ini menjadi titik kritik, karena beberapa pembaca merasa bahwa anotasi tersebut adalah bagian yang paling lemah.
Salah satu alasan utama untuk membaca buku ini adalah untuk mengakses artikel landmark asli karya pemikir terkenal seperti Alan Turing, John Searle, Thomas Nagel, dan Jorge Luis Borges. Buku ini memberikan wawasan yang berharga tentang perkembangan pemikiran mengenai kesadaran manusia, yang merupakan topik yang sering diperbincangkan. Pertanyaan mendasar yang dihadapi adalah, "Bagaimana fenomena pengalaman manusia muncul dari apa yang tampak tidak berbeda di bawah mikroskop dibandingkan dengan gerakan molekul lainnya?"
Setelah membacanya, pembaca dapat memahami berbagai tanggapan fundamental terhadap pertanyaan ini, baik dari sudut pandang materialis maupun pandangan lainnya, setidaknya sampai tahun 1981, ketika buku ini diterbitkan. Meskipun bukan bahan bacaan yang wajib, "The Mind’s I" memberikan pengalaman yang menyenangkan dan menjelaskan mengapa banyak pikiran brilian tetap berkomitmen pada disiplin filsafat yang telah ada selama lebih dari dua ribu lima ratus tahun.
Jika semua filsafat ditulis dengan cara semenarik ini, pasti akan menarik banyak perhatian, seperti ketika para ahli seperti Von Schlegel atau Schelling dihadapkan pada kerumunan orang yang antusias ingin mendengarkan kuliah mereka.
philosophy neuroscience consciousness