Pada tanggal 16 Oktober lalu, Yahya Sinwar, pemimpin Hamas di Gaza, tewas dalam pertempuran di Rafah. Kematian Sinwar menarik perhatian jutaan orang di seluruh dunia, terutama setelah munculnya rekaman drone yang menunjukkan detik-detik terakhirnya saat melawan pasukan Israel.
Yahya Sinwar dikenal sebagai sosok yang kontroversial. Ia menghabiskan 22 tahun dalam penjara Israel dari tahun 1989 hingga 2011, sebelum akhirnya dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran tahanan. Media Barat dan Israel sering menggambarkan Sinwar sebagai teroris, tetapi bagi banyak orang Palestina, ia dianggap sebagai pahlawan yang berjuang melawan penjajahan.
Label "teroris" yang disematkan kepada pemimpin perlawanan Palestina bukanlah hal baru. Ini merupakan warisan buruk dari masa kolonial, yang hingga kini masih berlanjut. Bagi banyak orang Palestina, Sinwar merupakan bagian dari daftar panjang pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan dan penentuan nasib sendiri.
Seiring dengan kematiannya, beberapa laporan yang meragukan muncul untuk mencoba merendahkan citra Sinwar dan perjuangannya. Ini adalah perlakuan yang umum terhadap pemimpin Palestina dalam media Barat, yang sering kali mengulangi narasi Israel tentang mereka.
Khaled Hroub, seorang penulis, menyatakan bahwa dia akan menambahkan kutipan-kutipan dari Sinwar dalam pembaruan bukunya yang berjudul "Hamas: A Beginner's Guide". Dalam kutipan tersebut, Sinwar menunjukkan perbedaan yang mencolok antara dirinya dan gambaran yang disebarkan oleh media Barat dan Israel.
Salah satu momen penting yang sering terlewat adalah konferensi pers yang diadakan Sinwar pada 26 Mei 2021. Dalam konferensi tersebut, Sinwar menjawab berbagai pertanyaan selama lebih dari satu jam, memberikan wawasan mendalam tentang pemikirannya baik dalam politik maupun militer.
Dalam rangka memperingati kematiannya, Hroub menerjemahkan beberapa pernyataan yang dibuat Sinwar selama konferensi pers tersebut. Pernyataan ini diharapkan dapat memberikan sudut pandang yang lebih seimbang terhadap citra Sinwar yang sering kali dipandang negatif oleh media Barat.
Kematian Yahya Sinwar bukan hanya kehilangan bagi Hamas, tetapi juga menjadi simbol perjuangan panjang masyarakat Palestina dalam menghadapi tantangan dan penindasan.
Yahya Sinwar Hamas Gaza Israel pertempuran