Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Saluran Berita MBC Dikecam setelah Sebut Pemimpin Hamas dan Hezbollah Teroris

Saluran berita MBC yang dimiliki oleh Saudi Arabia baru-baru ini mengalami kecaman hebat setelah menayangkan laporan yang menyebut pemimpin Hamas dan Hezbollah sebagai "teroris". Laporan ini muncul minggu lalu dan langsung memicu reaksi negatif di media sosial.

Dalam laporan tersebut, MBC menyebut beberapa individu dan kelompok sebagai "wajah terorisme". Di antara yang disebut adalah pemimpin Hamas yang telah meninggal, Ismail Haniyeh dan Yahya Sinwar, serta pemimpin Hezbollah yang baru saja dibunuh, Hassan Nasrallah. Laporan itu juga menyebut Jenderal Iran Qassem Soleimani yang dibunuh pada tahun 2020, serta al-Qaeda dan pemimpin mereka yang sudah meninggal, Osama bin Laden, yang dibunuh oleh pasukan AS pada tahun 2011.

Menanggapi kecaman tersebut, otoritas media Saudi Arabia telah memerintahkan penyelidikan terhadap MBC. Mereka menyatakan bahwa laporan tersebut melanggar kebijakan media yang berlaku. Otoritas tersebut menekankan bahwa mereka akan terus memantau sejauh mana saluran media mematuhi regulasi media dan tidak akan segan-segan menegakkan aturan bagi pelanggar.

Setelah laporan tersebut ditayangkan, MBC segera menghapusnya dari semua platform. Namun, tindakan ini tidak menghentikan protes yang terjadi di Irak. Ratusan pengunjuk rasa menyerbu dan membakar kantor MBC di Baghdad sebagai respons terhadap laporan yang dianggap menghina. Mereka juga merekam aksi vandalisme, termasuk merusak peralatan dan menghancurkan komputer.

Sebagai akibat dari tindakan protes tersebut, regulator media Irak telah menangguhkan izin operasi MBC. Mereka menyatakan bahwa saluran tersebut melanggar regulasi penyiaran media. Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor berita negara, regulator Irak menyatakan, "Mengingat pelanggaran yang dilakukan oleh saluran satelit MBC melalui pelanggaran berulang dan serangan terhadap para syuhada, pemimpin kemenangan, dan pemimpin perlawanan yang berjuang melawan entitas Zionis yang merampas, kami mengkonfirmasi akan mengambil semua langkah hukum yang diperlukan dan menangguhkan operasinya di Irak."

Kejadian ini menunjukkan betapa sensitifnya isu-isu mengenai terorisme dan konflik di Timur Tengah, serta dampak besar yang dapat muncul dari laporan media yang dianggap merugikan.

library_books Middleeasteye