Senator Aborigin di Australia mengalami insiden yang mencolok pada hari Senin saat menghadiri acara penerimaan untuk Raja Charles III dan Ratu Camilla. Dalam acara tersebut, senator yang tidak disebutkan namanya itu tiba-tiba berteriak, menuduh Raja Charles III telah "melakukan genosida terhadap masyarakat kami".
Aksi protes ini mengguncang suasana acara yang seharusnya berjalan khidmat. Senator tersebut juga menyerukan perlunya perjanjian antara penjajah Inggris dan masyarakat Adat Australia. Ia mengungkapkan bahwa sudah saatnya pemerintah Australia mengakui sejarah kelam yang dihadapi oleh masyarakat Aborigin.
Pengamanan segera mengawal senator tersebut keluar dari lokasi acara. Meskipun demikian, tindakan senator itu mendapatkan perhatian luas, terutama dari kalangan masyarakat yang mendukung pengakuan hak-hak masyarakat Adat.
Insiden ini mencerminkan ketegangan yang masih ada antara pemerintah Australia dan masyarakat Aborigin, yang merasa bahwa mereka belum mendapatkan keadilan dan pengakuan yang layak. Banyak di antara mereka yang percaya bahwa hubungan antara penjajah dan masyarakat asli perlu diatur melalui perjanjian yang formal, untuk mengatasi kesalahan masa lalu dan membangun masa depan yang lebih baik.
Acara penerimaan tersebut merupakan bagian dari kunjungan resmi Raja Charles III ke Australia, di mana ia dan Ratu Camilla diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Inggris dan Australia. Namun, tindakan senator Aborigin ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan isu-isu yang berkaitan dengan hak asasi manusia dan keadilan sosial bagi masyarakat Adat di negara ini.
Senator Aborigin Raja Charles III genosida Australia perjanjian