Para ilmuwan di Harvard Medical School telah menciptakan sebuah model kecerdasan buatan (AI) yang disebut CHIEF. Model ini memiliki kemampuan luar biasa untuk mendiagnosis kanker dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. CHIEF dapat mendeteksi sel kanker, memprediksi asal tumor, dan memperkirakan hasil pasien pada 19 jenis kanker yang berbeda.
Dalam berbagai tugas diagnostik, CHIEF menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan metode AI canggih lainnya, dengan peningkatan akurasi hingga 36 persen. Hasil ini sangat menggembirakan, terutama karena CHIEF mencapai akurasi hampir 94 persen dalam mendeteksi kanker. Dalam analisis terhadap 15 dataset yang berisi 11 jenis kanker, CHIEF menunjukkan keunggulan yang signifikan dibandingkan pendekatan AI yang saat ini ada.
Lebih lanjut, pada lima dataset biopsi yang dikumpulkan dari kelompok independen, CHIEF berhasil mencapai akurasi sebesar 96 persen. Beberapa jenis kanker yang diuji termasuk kanker kerongkongan, lambung, usus besar, dan prostat. Ketika para peneliti menguji CHIEF dengan menggunakan slide yang belum pernah dilihat sebelumnya dari tumor yang telah diangkat secara bedah, model ini tetap menunjukkan akurasi lebih dari 90 persen untuk kanker usus besar, paru-paru, payudara, endometrium, dan serviks.
CHIEF bekerja dengan menganalisis slide digital dari jaringan tumor. Dalam proses ini, model ini dapat mengidentifikasi fitur seluler dan mutasi genetik yang terkait dengan respons terhadap pengobatan. Dengan kemampuan ini, CHIEF berpotensi membawa perubahan besar dalam cara pengobatan kanker dilakukan. Hal ini bisa mengarah pada terapi kanker yang lebih dipersonalisasi dan efektif bagi pasien di seluruh dunia.
Dengan inovasi ini, harapan untuk menemukan dan mengobati kanker semakin cerah. Kemajuan dalam teknologi medis seperti CHIEF memberikan harapan baru bagi banyak orang yang berjuang melawan penyakit kanker.
AI Harvard kanker diagnosis teknologi medis