Pada awalnya, Sigmund Freud, pendiri psikoanalisis, menyebut bahwa psikoanalisis adalah "sembuh melalui cinta." Namun, Colette Soler, seorang pakar psikoanalisis, berpendapat bahwa pengalaman analisis dapat mengurangi kekuatan cinta secara signifikan. Menurutnya, analisis seringkali menempatkan cinta pada pengadilan, mengungkapkan sisi ilusi dari cinta tersebut. Dengan demikian, cinta bisa dilihat sebagai sesuatu yang menipu atau licik.
Bagaimana kita dapat memahami kontradiksi ini? Salah satu cara adalah dengan membedakan dua jenis cinta yang sering dibahas dalam analisis. Soler menjelaskan bahwa cinta yang dihadapkan di dalam analisis sering kali terlihat sebagai cinta yang egois dan manipulatif. Dia menyebutnya sebagai "cinta diri di balik topeng cinta untuk orang lain." Cinta semacam ini sering digunakan sebagai bentuk penyembuhan untuk mengatasi ketidaklengkapan diri, di mana pasangan dianggap dapat memenuhi kekosongan yang ada dalam diri kita.
Sering kali, cinta ini dibayangkan dalam konteks kebersatuan, di mana dua individu menjadi satu. Ini terlihat dari ungkapan kepemilikan yang umum dalam hubungan, meskipun sebenarnya saling setuju. Cinta ini juga memiliki nuansa nostalgia, menginginkan keadaan fusion atau penyatuan yang tidak terganggu sebelum kita mengenal bahasa. Dengan kata lain, cinta ini berusaha menghilangkan keberadaan pasangan, meskipun pada saat yang sama mengklaim untuk mengagungkan mereka. Ketika kita mengidealiskan pasangan kita, kita berisiko menghapus perbedaan dan keunikan mereka.
Soler menyebut cinta ini sebagai "kembar dari benci." Melalui analisis, cinta jenis ini bisa menjadi kurang menarik. Seseorang mungkin bahkan terbebas dari cinta sebagai bentuk penyembuhan, sehingga menjadi kurang rentan terhadap daya tariknya yang menipu. Jika itu terjadi, orang itu dapat lebih menghargai perbedaan yang coba dihilangkan oleh cinta yang narcissistic ini.
Dalam hal ini, psikoanalisis menawarkan harapan untuk menemukan "cinta yang lebih layak," seperti yang diungkapkan Soler. Cinta ini bukanlah pelarian dari kekurangan, melainkan pengakuan terhadapnya, baik dalam diri sendiri maupun dalam diri orang lain. Cinta yang mencoba lebih sedikit dan tidak banyak menyangkal perbedaan ini akan memperkaya hubungan antara individu.
psikoanalisis cinta Colette Soler