Di tengah krisis kelahiran yang semakin parah, Saha District di Busan, kota terbesar kedua di Korea Selatan, memperkenalkan cara unik untuk mendorong pasangan baru. Dalam upaya untuk meningkatkan angka kelahiran yang sudah sangat rendah, pemerintah distrik tersebut menawarkan insentif keuangan kepada pasangan yang berhasil ditemukan jodohnya.
Menurut data, Korea Selatan memiliki angka kelahiran terendah di dunia. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Saha District baru-baru ini mengesahkan anggaran yang akan digunakan untuk menyediakan layanan perjodohan bagi penduduk lokal.
Acara percobaan akan dilaksanakan pada bulan Oktober, di mana para lajang setempat akan berkumpul dengan harapan dapat menemukan cinta sejatinya. “Kami berharap acara ini dapat memicu cinta dan mendorong angka kelahiran di wilayah kami,” ungkap perwakilan pemerintah lokal.
Setiap pasangan yang berhasil menjalin hubungan akan menerima sebanyak 500.000 won (sekitar $370). Selain itu, jika pasangan tersebut memutuskan untuk menikah, mereka akan mendapatkan tambahan 20 juta won (sekitar $15.000) serta berbagai subsidi untuk membantu mereka membeli rumah baru.
Pemerintah berharap bahwa inisiatif ini dapat mendorong generasi baru untuk lahir, meskipun tahap penciptaan keluarga yang lebih intim tidak bisa ikut diawasi secara langsung oleh pemerintah, karena alasan privasi dan kenyamanan.
Busan insentif keuangan kelahiran perjodohan