Pada tahun 1956, dua pemikir besar, Theodor Adorno dan Max Horkheimer, melakukan serangkaian diskusi yang sangat penting. Diskusi ini berlangsung selama tiga minggu dan terfokus pada berbagai tema, salah satunya adalah gagasan mengenai 'Manifesto Baru'. Meskipun diskusi tersebut tidak berujung pada manifesto yang konkret, dokumen ini tetap menarik perhatian sebagai catatan penting dari zaman tersebut dan kontribusinya pada tulisan-tulisan teoretis mereka.
Adorno dan Horkheimer, yang dipaksa meninggalkan Eropa di bawah kekuasaan Nazi, kini menghadapi kegagalan gerakan komunis internasional. Mereka bahkan menyebut komunis Rusia sebagai fasis. Dalam diskusi mereka, terdapat refleksi yang mendalam mengenai apa yang mungkin dan diinginkan untuk dilakukan. Pertanyaan ini masih relevan hingga saat ini.
Salah satu bagian paling menarik dari diskusi tersebut adalah mengenai hubungan antara teori dan praktik. Adorno mengemukakan konsep yang disebut 'Theses on Need', yang memberikan pandangan kritis bagi siapa saja yang ingin merombak masyarakat. Ia menyatakan, “Kebutuhan adalah kategori sosial. Alam sebagai 'dorongan' terkandung di dalamnya.” Penjelasan ini mengajak kita untuk berpikir lebih dalam tentang hubungan antara kebutuhan individu dan struktur sosial yang ada.
Format diskusi antara Adorno dan Horkheimer juga memperlihatkan hubungan dekat namun kritis di antara mereka. Mereka saling mengenal dengan baik, sehingga bisa berbicara secara terbuka. Contohnya, salah satu kalimat yang disampaikan Horkheimer adalah, “Semua itu adalah ilusi.” Meskipun demikian, ide-ide mereka saling ditampilkan dengan penuh penghormatan dan disampaikan dalam suasana yang konstruktif.
Meskipun mereka tidak berhasil merumuskan manifesto baru, Adorno dan Horkheimer tetap berkomitmen untuk mengkritik dunia, cara hidup, dan pola pikir masyarakat. Penulisan mereka memang menantang, namun analisis kritis yang mereka sajikan tetap relevan hingga saat ini. Karya-karya seperti 'Dialectic of Enlightenment' dan 'Culture Industry' karya Adorno menjadi bukti dari pemikiran mendalam yang mereka hasilkan.
Adorno Horkheimer manifesto baru pemikiran kritis