Jurnalis dan editor Ash Sarkar baru-baru ini mengkritik penolakan berbagai bukti, termasuk kesaksian dan rekaman, mengenai serangan yang dilakukan oleh Israel di Gaza. Kritik ini muncul setelah komentar dari kolumnis Times, Daniel Finkelstein, yang meragukan keabsahan rekaman yang menunjukkan seorang anak Palestina yang tewas akibat serangan drone Israel.
Sarkar menegaskan bahwa situasi ini terlalu rumit untuk membentuk opini, kecuali jika orang hanya percaya bahwa Angkatan Pertahanan Israel (IDF) tidak akan pernah menargetkan anak-anak. Dalam unggahannya di media sosial X, Sarkar menulis, "Jangan percaya video yang kamu lihat di Twitter, itu tidak terverifikasi. Jangan percayai jurnalis Palestina di Gaza, karena jelas mereka tidak dapat dipercaya. Jangan percayai dokter asing yang melaporkan bahwa mereka telah melihat anak-anak Palestina yang ditembak di kepala dan dada oleh penembak jitu. Jangan percayai organisasi hak asasi manusia internasional, PBB, atau Forensic Architecture."
Sarkar, yang merupakan editor di Novara Media, mengungkapkan kebingungannya terhadap sikap skeptis yang ditujukan kepada berbagai sumber informasi yang melaporkan kondisi di Gaza. Video yang menjadi sorotan juga menunjukkan tentara Israel yang menargetkan orang-orang yang berusaha membantu anak tersebut.
Menurut kementerian kesehatan Palestina, lebih dari 17.000 anak telah tewas akibat konflik ini, dan ribuan lainnya mengalami luka-luka. Angka ini menunjukkan dampak serius dari serangan yang terjadi, yang telah menimbulkan perhatian internasional dan desakan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kritik Sarkar menyoroti pentingnya untuk mendengarkan berbagai suara dalam situasi krisis, dan mengingatkan kita akan perlunya verifikasi informasi sebelum membentuk opini. Ini adalah pengingat bahwa di tengah konflik, suara anak-anak dan korban harus didengar dan diperhatikan.
Ash Sarkar Israel Gaza serangan anak-anak