Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Moldova Gelar Referendum, Mayoritas Suara Dukung Akses ke UE

Moldova baru saja menggelar referendum penting mengenai keinginan negara itu untuk bergabung dengan Uni Eropa (UE). Hasilnya menunjukkan bahwa 50,28% pemilih memberikan suara "ya" untuk memasukkan tujuan bergabung dengan UE ke dalam konstitusi mereka.

Pada awalnya, tampak bahwa warga Moldova menolak rencana tersebut. Namun, saat penghitungan suara dari warga Moldova yang tinggal di luar negeri dilakukan, dukungan untuk opsi "ya" meningkat pesat hingga mencapai mayoritas. Suara dari luar negeri ini memberi dorongan terakhir yang sangat berarti bagi pendukung integrasi ke UE.

EU mengemukakan bahwa pemungutan suara ini berlangsung di tengah banyak gangguan dan intimidasi dari Rusia serta sekutunya. Peter Stano, juru bicara UE, menyatakan, "Ini adalah pemungutan suara yang terjadi di bawah intervensi dan intimidasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, bertujuan untuk mengganggu proses demokrasi di Republik Moldova."

Moldova, yang merupakan negara dengan sekitar 2,5 juta penduduk dan mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian, telah berusaha untuk mengurangi ketergantungannya pada Moskow. Upaya ini semakin menguat setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, yang membuat Moldova semakin ingin dekat dengan Eropa.

Dukungan untuk bergabung dengan Uni Eropa ini menandai langkah besar bagi Moldova dalam perjalanan politik dan ekonominya menuju integrasi dengan negara-negara Eropa lainnya. Keputusan untuk memasukkan tujuan ini dalam konstitusi diharapkan dapat membantu Moldova dalam memperkuat posisinya di kancah internasional dan mengembangkan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

library_books Dwnews