Australia dikenal sebagai "Negara yang Beruntung", namun banyak orang Australia yang tidak tahu bahwa frasa ini sebenarnya berasal dari sebuah kritik. Dalam bukunya yang terkenal, "The Lucky Country", Donald Horne menulis, "Australia adalah negara yang beruntung, yang dikelola oleh orang-orang kelas dua yang berbagi keberuntungannya." Pernyataan ini menunjukkan bahwa kemakmuran Australia bukan hanya hasil kerja keras, melainkan juga keberuntungan. Horne mengingatkan bahwa jika masyarakat tidak berubah dan berinovasi, keberuntungan tersebut bisa habis.
Buku "The Lucky Country" ditulis Horne pada tahun 1964 dan sudah berusia cincin tahun ini. Meskipun beberapa kritik Horne tidak lagi berlaku di zaman sekarang, banyak ide yang diangkatnya tetap relevan. Terutama dalam menganalisis perilaku sosial masyarakat Australia saat ini. Misalnya, Horne mengecam apa yang ia sebut sebagai "cultural cringe" atau keraguan budaya, yaitu sikap merasa rendah diri terhadap budaya dan intelektualitas Australia dibandingkan dengan Inggris. Horne menjuluki orang yang memiliki sikap ini sebagai "Orang Australia yang terfokus pada London".
Menariknya, ketika dibaca dari sudut pandang 2022, kita bisa melihat bahwa "The Lucky Country" sebenarnya mencerminkan banyak dari sikap "cultural cringe" yang hendak dihilangkan Horne. Banyak orang Australia kini berusaha untuk merayakan keunikan budaya mereka, yang menunjukkan kemajuan yang telah terjadi dalam masyarakat.
Keberhasilan Horne dalam memprediksi kondisi sosial Australia membuat bukunya layak dibaca kembali, dan akan memberikan wawasan baru tentang tantangan yang dihadapi Australia di masa depan.
Australia Lucky Country Donald Horne budaya