Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Penipuan Data 23andMe: Korban Bisa Dapat Bayaran Hingga Rp150 Juta

Korban dari pelanggaran data besar yang melibatkan perusahaan genetik 23andMe mungkin akan menerima bayaran yang cukup besar. Dalam kesepakatan yang diusulkan, korban bisa mendapatkan hingga Rp150 juta, tergantung pada dampak yang mereka alami akibat pelanggaran tersebut.

Menurut laporan dari CNET, kesepakatan ini masih memerlukan persetujuan dari pengadilan. Jika disetujui, 23andMe akan memberikan uang sebanyak Rp150 juta kepada pelanggan yang memenuhi syarat, berdasarkan kesulitan yang mereka alami dan layanan keamanan lainnya.

Pelanggaran data ini terjadi sekitar satu tahun yang lalu dan mempengaruhi hampir 7 juta pengguna. Namun, sebagian besar pengguna yang datanya dicuri mungkin hanya akan menerima pembayaran yang relatif kecil. Hanya mereka yang dapat membuktikan bahwa mereka mengalami kesulitan seperti penipuan identitas akibat pelanggaran privasi yang bisa mendapatkan bayaran maksimal.

Kesepakatan ini muncul pada saat yang tidak stabil bagi perusahaan genetik tersebut. Semua direktur independen mereka mengundurkan diri dari dewan bulan lalu karena ketidaksepakatan dengan CEO dan salah satu pendiri Anne Wojcicki.

Menurut laporan The Financial Times, 23andMe telah mengalami pemecatan massal karyawan, penurunan nilai perusahaan yang mencapai miliaran, dan bahkan mengusulkan kesepakatan yang relatif rendah yaitu Rp450 miliar untuk pengguna yang terkena dampak, karena "kondisi keuangan yang sangat buruk" dari perusahaan tersebut.

Dengan kesepakatan ini, diharapkan korban dapat menerima ganti rugi atas kesulitan yang mereka hadapi akibat pelanggaran data yang sangat besar ini. Masyarakat juga diingatkan untuk berhati-hati dalam membagikan data pribadi mereka agar terhindar dari kejadian serupa di masa depan.

library_books Mashable