Meta memecat Karyawan Karena Penyalahgunaan Voucher Makan
Meta, perusahaan teknologi besar, baru-baru ini memecat sekitar dua lusin karyawan di kantor Los Angeles akibat penyalahgunaan voucher makan. Kejadian ini terjadi minggu lalu dan menjadi sorotan publik karena salah satu karyawan yang dipecat memiliki gaji tahunan sebesar $400.000.
Perusahaan memberikan kredit sebesar $20 untuk sarapan, $25 untuk makan siang, dan $25 untuk makan malam melalui layanan pengantaran seperti Grubhub atau Uber Eats. Namun, beberapa karyawan memilih untuk menggunakan kredit tersebut untuk membeli barang-barang lain, seperti pasta gigi dan gelas anggur, alih-alih menggunakan voucher untuk membeli makanan.
Menurut laporan dari The Financial Times, beberapa karyawan juga menggunakan voucher untuk memesan makan malam yang diantarkan ke rumah mereka atau mengumpulkan uang kredit mereka dengan rekan-rekan kerja.
Karyawan yang dipecat ini diketahui secara rutin menyalahgunakan voucher makan. Sementara itu, karyawan lain yang melakukan kesalahan ini dengan frekuensi yang lebih rendah hanya diberikan peringatan dan tidak sampai dipecat.
Salah satu karyawan Meta yang digaji sebesar $400.000 mengungkapkan rasa keterkejutannya setelah dipecat melalui sebuah platform pesan anonim. Ia menyebutkan bahwa dipecat karena masalah voucher makan adalah sesuatu yang "surreal" atau tidak nyata.
Kejadian ini menunjukkan pentingnya pemahaman tentang kebijakan perusahaan dan batasan dalam penggunaan fasilitas yang diberikan. Meta menjadi contoh bagi perusahaan lainnya tentang bagaimana menanggapi pelanggaran kebijakan karyawan.
Meta pemecatan karyawan voucher makan Los Angeles