Presiden Cyril Ramaphosa dari Afrika Selatan mengungkapkan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. Pernyataan ini disampaikan kepada para anggota parlemen pada hari Kamis, 17 Oktober 2024. Ramaphosa juga menegaskan bahwa dukungan Afrika Selatan untuk perjuangan Palestina tetap "tidak dapat diganggu gugat."
Dalam penjelasannya, Ramaphosa menyatakan, "Masalah ini (pemutusan hubungan dengan Israel) sedang dipertimbangkan dengan sangat aktif. Pada waktunya, kami akan dapat menyampaikan tanggapan yang jelas terhadap resolusi yang diambil oleh Majelis Nasional." Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap pertanyaan mengenai resolusi tidak mengikat yang disahkan oleh parlemen pada bulan November tahun lalu, yang mendesak Afrika Selatan untuk memutus hubungan dengan Tel Aviv setelah serangan Israel di Gaza.
Ramaphosa juga menanggapi kritik dari pemimpin partai Economic Freedom Fighters, Julius Malema, yang merujuk kepada keputusan Brasil untuk menarik duta besarnya dari Israel. Ramaphosa menekankan bahwa pemerintahannya tidak "enggan" atau "pengecut" dalam menghadapi isu ini. Dia menambahkan, "Kami sedang mempertimbangkan isu-isu yang lebih luas terkait hal tersebut."
Parlemen Afrika Selatan juga menginginkan penutupan kedutaan besar Israel di Pretoria, ibu kota pemerintahan Afrika Selatan. Dalam pesan yang disampaikan kepada Ramaphosa, Malema menegaskan bahwa rakyat Afrika Selatan "tidak bisa hidup berdampingan dengan para pembunuh, pemerkosa yang membunuh wanita dan anak-anak serta berusaha menghancurkan bangsa Palestina."
Penting untuk dicatat bahwa pada bulan Maret tahun lalu, parlemen Afrika Selatan juga memberikan suara mendukung mosi yang menurunkan status kedutaan Afrika Selatan di Israel menjadi kantor penghubung, menyusul pelanggaran terus-menerus terhadap hak-hak rakyat Palestina. Afrika Selatan sendiri menjalin hubungan diplomatik dengan Palestina pada tahun 1995, satu tahun setelah berakhirnya pemerintahan kulit putih minoritas di negara tersebut.
Keputusan yang sedang dipertimbangkan ini menunjukkan posisi Afrika Selatan dalam mendukung rakyat Palestina dan mengkritik tindakan Israel. Masyarakat internasional terus mengawasi perkembangan ini dengan perhatian besar.
Afrika Selatan Israel hubungan diplomatik Palestina Cyril Ramaphosa