Khan Younis, Gaza – Pada tanggal 18 Oktober 2024, masyarakat di kota Khan Younis, Jalur Gaza, melaksanakan doa pemakaman untuk pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, di sebuah masjid yang hancur. Doa ini dikenal sebagai Salat al-Gha'ib, yang dilakukan untuk mengenang seseorang yang telah meninggal dunia tetapi tidak dapat hadir secara fisik untuk pemakaman.
Hamas, kelompok yang dipimpin oleh Sinwar, mengkonfirmasi kematiannya pada hari Jumat tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang penyebab kematian atau siapa yang akan menggantikan posisinya. Berita ini mengejutkan banyak orang, karena Sinwar dianggap sebagai salah satu tokoh kunci dalam gerakan Hamas.
Doa pemakaman ini dihadiri oleh banyak warga dan pendukung Hamas, yang berkumpul di masjid yang telah rusak akibat konflik yang berkepanjangan di wilayah tersebut. Masyarakat mendoakan Sinwar, mengingat perannya dalam perjuangan Hamas selama ini.
Salat al-Gha'ib adalah bentuk penghormatan yang dilakukan ketika jenazah tidak dapat hadir. Biasanya, doa ini dilakukan secara berjamaah, dan merupakan cara bagi umat Muslim untuk menunjukkan solidaritas dan penghormatan kepada orang yang telah meninggal.
Kematian Yahya Sinwar kemungkinan akan mempengaruhi dinamika politik di Gaza dan hubungan antara Hamas dan kelompok lainnya. Namun, hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai pengganti Sinwar. Masyarakat menunggu dengan penuh perhatian untuk mengetahui langkah selanjutnya dalam kepemimpinan Hamas.
Yahya Sinwar Hamas Gaza doa pemakaman Khan Younis