Gaza, 19 Oktober 2024 - Kematian Yahya Sinwar, pemimpin Hamas, telah mengejutkan banyak orang setelah foto-foto awalnya ditemukan tewas di dalam rumah yang sebagian hancur di Gaza. Foto-foto tersebut diunggah di media sosial dan mungkin tidak sesuai dengan narasi yang diinginkan oleh para pemimpin Israel.
Dikabarkan bahwa tentara yang menemukan jasad Sinwar segera mengambil foto dan mengirimkannya kepada beberapa orang yang kemudian mempostingnya ke publik. Sementara itu, atasan mereka memiliki rencana berbeda tentang bagaimana Sinwar meninggal.
Mereka ingin menggambarkan Sinwar sebagai pemimpin Hamas yang bersembunyi di terowongan dan menggunakan sandera Israel sebagai tameng. Namun, kenyataannya, pemimpin Hamas itu kehilangan nyawanya dalam pertempuran melawan tentara Israel.
Foto-foto yang beredar menunjukkan adanya luka tembak di kepala Sinwar. Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak berusaha melarikan diri, melainkan mati dalam pertempuran melawan tentara Israel. Dalam pandangan masyarakat Palestina, kematian seperti ini dianggap sebagai kematian yang paling mulia dan terhormat.
Meskipun kematian Sinwar menjadi pukulan besar bagi Hamas, sangat tidak mungkin hal ini akan mempengaruhi strategi jangka panjang organisasi tersebut. Israel sebelumnya telah berhasil membunuh banyak pemimpin Hamas, tetapi tidak pernah berhasil melemahkan semangat mereka.
Sejak Hamas muncul di Palestina pada akhir 1980-an, daftar pemimpin yang dibunuh cukup panjang. Salah satu yang terkenal adalah pendiri Hamas, Sheikh Yassin, yang dibunuh pada 21 Maret 2004. Bahkan baru-baru ini, pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, juga terancam pada 31 Juli.
Walaupun mengalami kerugian, kematian sebagai syahid selalu menjadi alat perekrutan yang kuat. Dalam budaya Palestina, seperti dalam budaya Islam, syahid bukanlah sebuah kehilangan, melainkan sebuah keuntungan.
Sinwar, seperti semua pendahulunya yang dibunuh oleh Israel, akan dikenang dan dirayakan oleh banyak orang sebagai syahid besar yang mati dalam perjuangan melawan penjajah.
Yahya Sinwar Hamas Gaza kematian Israel