Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Israel Larang Enam Organisasi Medis Masuk Gaza

Israel Larang Enam Organisasi Medis Masuk Gaza

Israel telah melarang enam organisasi bantuan medis untuk memasuki Gaza, yang bertujuan untuk membantu pasien-pasien Palestina di wilayah tersebut. Larangan ini diumumkan oleh International Centre of Justice for Palestinians (ICJP).

Sejak bulan Oktober 2023, enam organisasi tersebut telah berhasil memberikan perawatan kepada lebih dari 15.000 pasien. Dalam pernyataannya, ICJP menyebutkan, "Ini adalah hukuman mati bagi ribuan pasien di Gaza."

Larangan ini disampaikan kepada organisasi-organisasi tersebut melalui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menerima perintah dari Koordinator Kegiatan Pemerintahan di Wilayah (Cogat) Israel.

Alasan di balik perintah Israel ini masih belum jelas. Para organisasi tersebut mengungkapkan bahwa tidak ada informasi yang diberikan mengenai alasan atau proses yang mendasari keputusan untuk menghentikan misi medis yang menyelamatkan nyawa ke Gaza.

Selain menghambat operasional rumah sakit lapangan di seluruh Gaza, larangan terhadap organisasi medis ini juga akan menghalangi upaya untuk memasukkan pasokan medis ke wilayah tersebut, karena mereka telah membantu mengoordinasikan pengiriman pasokan medis.

Dr. Feroze Sidhwa, penulis esai tamu di New York Times yang menceritakan apa yang disaksikan oleh 65 dokter, perawat, dan paramedis di garis depan perang Israel di Gaza, merupakan relawan dari salah satu organisasi medis yang kini dilarang oleh Israel.

Menurut sebuah postingan di Facebook oleh organisasi tersebut pada bulan September, Sidhwa adalah relawan di Rumah Sakit Eropa di Khan Younis, Gaza, bersama dengan Palestinian American Medical Association (Pama). Pama mengonfirmasi kepada The Washington Post pada hari Jumat bahwa mereka adalah salah satu organisasi yang dilarang untuk memasuki Gaza. Organisasi medis ini telah beroperasi di Gaza selama bertahun-tahun sebelum terjadinya perang saat ini.

The Washington Post juga menerima konfirmasi bahwa Glia, sebuah organisasi yang telah mengoperasikan klinik medis di Gaza, juga dilarang masuk oleh Israel.

Larangan ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat internasional mengenai akses bantuan medis ke wilayah yang sangat membutuhkan, di mana banyak pasien bergantung pada perawatan yang disediakan oleh organisasi-organisasi ini.

library_books Middleeasteye