Baghdad, Irak – Para ahli lingkungan di Irak telah memberikan peringatan serius tentang penanganan polusi di Baghdad. Organisasi pemantau kualitas udara melaporkan bahwa ibukota Irak ini memiliki kualitas udara yang sangat beracun, bahkan termasuk yang terburuk di dunia.
Pada 14 Oktober, data dari alat pemantau kualitas udara di Kedutaan Besar AS menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 237 µg/m³. Angka ini sangat tinggi dan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius bagi penduduk. Karena kondisi ini, pemerintah Irak mengeluarkan imbauan kepada warga Baghdad untuk tetap berada di dalam rumah saat kabut asap melanda kota.
Perdana Menteri Mohammed Shia’ Al Sudani mengumumkan pada akhir pekan lalu bahwa ia telah membentuk sebuah komite investigasi khusus untuk menyelidiki keluhan mengenai bau menyengat yang menyerupai belerang yang menyelimuti Baghdad.
Kementerian Kesehatan dan Lingkungan Irak menyatakan pada hari Kamis bahwa mereka sedang menyusun "strategi komprehensif" untuk mengatasi masalah ini. Tujuannya adalah untuk "meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengurangi dampak polusi".
Masalah polusi ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk operasi peleburan ilegal, penggunaan minyak dengan kadar belerang tinggi di pembangkit listrik, dan pembuangan limbah yang tidak teratur. Irak memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, dan ekonomi negara ini sudah lama bergantung pada bahan bakar fosil.
Para menteri pemerintah juga mengakui bahwa produksi minyak telah menyebabkan peningkatan angka kanker serta berbagai penyakit pernapasan di seluruh negara. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan segera perlu diambil untuk melindungi kesehatan warga dan lingkungan hidup di Baghdad.
Baghdad polusi kualitas udara kesehatan Irak