Ponorogo, 15 Oktober 2024 – Kesadaran masyarakat dalam mengolah sampah rumah tangga sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengadakan workshop pengelolaan sampah di desa-desa.
Workshop ini berlangsung dari tanggal 15 hingga 31 Oktober 2024 dan bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Ponorogo. Kegiatan ini ditujukan khususnya bagi ibu-ibu anggota TP PKK di desa-desa.
Acara pembukaan workshop dilakukan oleh Pjs Ketua TP-PKK Kabupaten Ponorogo, Lies Koerniawati, di Kantor Kecamatan Badegan. Dalam sambutannya, Lies mengangkat tema "Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga Berbasis Pemberdayaan Masyarakat" dan menekankan pentingnya peran ibu dalam memisahkan sampah menjadi dua kategori: organik dan anorganik.
Sampah organik, yang terdiri dari sisa makanan dan dedaunan, dapat diolah menjadi kompos, yang merupakan pupuk alami yang bermanfaat untuk tanaman. Sementara itu, sampah anorganik, seperti plastik, kaca, dan kertas, sebaiknya disetorkan ke bank sampah terdekat untuk ditukar dengan uang. Lies Koerniawati mengatakan, "Kita bersama-sama belajar, pengolahan sampah ini kalau kita tidak bisa mengelola, kita titipkan di bank sampah. Di bank itu ada menabungnya, mengumpulkan, dan dapat uangnya."
Dengan melakukan pemisahan sampah secara konsisten, ibu-ibu tidak hanya membantu mengurangi masalah sampah, tetapi juga dapat mendapatkan keuntungan ekonomi. Lebih dari itu, mereka juga menjadi contoh yang baik bagi anak-anak mereka. Lies menambahkan, "Dimulai dari ibu-ibu yang sudah memisah-misahkan sampah maka akan jadi kebiasaan bagi putra putri njenengan."
Selain memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah kepada masyarakat, Kepala DLH Ponorogo, Gulang Winarno, juga menjelaskan bahwa workshop ini merupakan langkah awal untuk meraih penghargaan Adipura, yang merupakan penghargaan untuk kota atau kabupaten yang berhasil dalam pengelolaan lingkungan.
Gulang menekankan bahwa pencapaian ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendirian, melainkan memerlukan kerja sama dari seluruh masyarakat. "Harapannya, dengan workshop ini, akan kita support terkait desa berseri dan sebagainya. Juga pada tahun 2025 kita terus bergerak untuk mengajukan Adipura, dan itu butuh bantuan Panjenengan semua," tutupnya.
Ponorogo workshop pengelolaan sampah ibu-ibu lingkungan