Kementerian Perhubungan Republik Indonesia telah menggelar rapat untuk mempersiapkan pembangunan skybridge, atau jembatan layang, yang akan menghubungkan Stasiun Ketapang dengan Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi. Rapat ini dipimpin oleh Direktur Prasarana Transportasi Darat, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Toni Tauladan, serta Pj Sekda Banyuwangi, Priambodo Guntur.
Skybridge ini direncanakan memiliki panjang sekitar 193 meter. Saat ini, tim sedang menyelesaikan pembaruan Detail Engineering Design (DED) untuk memastikan semua aspek desain dan teknik berjalan dengan baik.
Desain dari skybridge ini akan dikerjakan oleh Andra Matin, seorang arsitek terkenal yang juga bertanggung jawab atas desain Bandara Banyuwangi dan berbagai ruang publik lainnya di daerah tersebut. Toni Tauladan menjelaskan, "Skybridge tersebut juga akan didesain untuk mengakomodasi ruang bagi UMKM lokal. Ini bisa menjadi etalase produk UMKM Banyuwangi." Dengan adanya ruang untuk UMKM, diharapkan produk lokal dapat lebih dikenal dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Proses review DED ditargetkan akan selesai pada bulan Desember 2024. Jika tidak ada kendala, lelang untuk pekerjaan pembangunan skybridge ini akan dilakukan pada tahun 2025, dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 6 bulan.
Pemerintah juga berencana untuk menghibahkan pengelolaan skybridge ini kepada pemerintah kabupaten Banyuwangi. Toni menambahkan, "Harapannya skybridge ini dapat dimaksimalkan untuk mendukung ekonomi dan pariwisata daerah." Dengan adanya jembatan layang ini, diharapkan akses transportasi di Banyuwangi akan semakin baik, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Secara keseluruhan, pembangunan skybridge ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Banyuwangi, baik dari segi transportasi maupun perekonomian.
Keterangan: Desain Skybridge masih terus dalam perbaikan.
Foto oleh: @ramada_kusuma
Kementerian Perhubungan Skybridge Banyuwangi transportasi UMKM