Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kedatangan Raja Charles III di Australia Picu Debat Soal Monarki

Raja Charles III dan Ratu Camilla dijadwalkan tiba di Australia hari ini. Kunjungan mereka ini juga akan diikuti dengan perjalanan ke Samoa, di mana Raja Charles akan menghadiri pertemuan negara-negara Commonwealth mulai hari Senin. Namun, sambutan untuk pasangan kerajaan ini tidak sepenuhnya positif.

Kunjungan ini menghidupkan kembali perdebatan mengenai monarki di Australia. Beberapa pihak menyerukan agar Australia beralih menjadi negara republik. Hal ini diperkuat oleh Perdana Menteri Anthony Albanese, yang dikenal sebagai pendukung republik dan baru-baru ini mengangkat seorang menteri untuk mengawasi transisi ke republik.

Tetapi, pemerintah masih menghadapi dampak dari referendum yang gagal mengenai hak suara bagi penduduk asli Australia, yang menunjukkan tantangan dalam mendapatkan dukungan publik.

Pada tahun 1999, Australia pernah mengadakan referendum untuk membahas apakah kepala negara seharusnya dipilih langsung oleh rakyat atau ditunjuk oleh parlemen. Sayangnya, referendum tersebut tidak berhasil. Dalam beberapa kesempatan, Raja Charles pernah mengungkapkan bahwa keputusan tentang masa depan monarki sepenuhnya berada di tangan rakyat Australia. Dia menyatakan bahwa mereka memiliki hak untuk menentukan apakah mereka ingin mempertahankan monarki atau tidak.

Dengan kedatangan Raja Charles III, pertanyaan mengenai relevansi dan masa depan monarki di Australia kembali menjadi topik hangat. Masyarakat kini diajak untuk berpikir tentang bagaimana mereka ingin pemerintahan negara ini berlangsung di masa depan.

library_books Tagesschau