Seorang pejabat senior Hamas menegaskan bahwa gerakan militan Palestina ini tidak dapat dihapuskan hanya dengan membunuh para pemimpinnya. Hal ini disampaikan Basem Naim, anggota senior biro politik Hamas, dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh AFP.
Naim menyatakan bahwa Hamas adalah gerakan pembebasan yang dipimpin oleh orang-orang yang mencari kebebasan dan martabat. "Ini tidak dapat dihapuskan," ujarnya. Ia juga mencatat bahwa kematian beberapa pemimpin Hamas sebelumnya justru meningkatkan popularitas kelompok tersebut.
"Sepertinya Israel percaya bahwa membunuh pemimpin kami berarti akhir dari gerakan kami dan perjuangan rakyat Palestina," kata Naim. Ia menambahkan bahwa setiap kali pemimpin Hamas dibunuh, kelompok ini justru menjadi lebih kuat dan lebih populer. Menurutnya, para pemimpin tersebut menjadi ikon bagi generasi mendatang untuk melanjutkan perjalanan menuju Palestina yang bebas.
Kamis lalu, Israel mengumumkan bahwa militer mereka telah membunuh Yahya Sinwar di kawasan Tal al-Sultan, kota Rafah yang terletak di selatan Gaza. Hingga saat ini, Hamas belum memberikan komentar resmi mengenai kematian Sinwar, namun Israel mengklaim telah mengidentifikasi tubuh Sinwar melalui pengujian DNA.
Kematian pemimpin Hamas ini menjadi sorotan, mengingat pengaruh besar yang dimiliki Sinwar dalam organisasi tersebut. Naim mengingatkan bahwa kematian pemimpin tidak akan menghentikan semangat perjuangan mereka untuk meraih kemerdekaan dan martabat bagi rakyat Palestina.
Hamas Yahya Sinwar Israel pembunuhan perjuangan Palestina